Cinta Laura: Masalah Lingkungan adalah Masalah Kemanusiaan

Ajeng Dwita Ayuningtyas
10 September 2025, 16:13
Cinta Laura, masalah lingkungan
Katadata/Hari Widowati
Cinta Laura, Entertainer & Sociopreneur, bersama Jeany Hartriani, Co-initiator Katadata Green, dan Jeremy Owen, Konten Kreator usai diskusi Rising Voices: Women and Youth Leadership for a Resilient Indonesia di Katadata SAFE 2025.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Cinta Laura, Entertainer & Sociopreneur, menceritakan kepeduliannya terhadap lingkungan yang telah muncul sejak kecil. Dalam diskusi Rising Voices: Women and Youth Leadership for a Resilient Indonesia di Katadata SAFE 2025, Cinta menyebut hal tersebut membuatnya memahami besarnya efek masalah lingkungan terhadap kehidupan manusia.

“Masalah lingkungan adalah masalah kemanusiaan,” kata Cinta, di Jakarta, pada Rabu (10/9).

Cinta menjelaskan, bencana alam yang dibawa oleh masalah lingkungan, akan berdampak pada manusia. Mulai dari produktivitas ekonomi dan kesehatan. Ia mencontohkan banjir yang terjadi di Bali, yang membuat sebagian masyarakat tidak bisa bekerja dan kehilangan mata pencahariannya. 

Cinta menyoroti perbedaan kemampuan manusia, terutama dalam hal ekonomi, untuk menghadapi masalah-masalah tersebut. “Tidak semua orang bisa pindah atau menginap di hotel (ketika terdampak bencana), banyak yang tergusur  (kehilangan tempat tinggal),” katanya. 

Menurut Cinta, data dan angka mengenai persoalan lingkungan seringkali tidak cukup membangun kepedulian. Cara lainnya adalah membangun kepedulian dan jiwa kemanusiaan melalui hal-hal emosional dan dekat dengan masyarakat.

Ketika isu tersebut terasa dekat dengan masyarakat, isu tersebut akan semakin mudah dipahami dan semakin mudah memunculkan kepedulian.

Keterlibatan Pemerintah

Cinta menjelaskan, dalam suatu studi di Thailand, terungkap bahwa kebiasaan mendaur ulang dan memilah sampah bisa muncul dari dalam individu. Terutama, ketika individu tersebut sudah memiliki ketertarikan sebelumnya. 

Akan tetapi, intervensi pemerintah dibutuhkan untuk lapisan yang belum terbiasa dengan isu tersebut. Baik dorongan berupa pemberian fasilitas, edukasi, dan semacamnya.

Menurut Cinta, situasi di Indonesia tak berbeda jauh. Dirinya kemudian mendorong peran pendidikan dalam membentuk perilaku masyarakat.

“Aku harap dari pemerintah ke depannya, edukasi (lingkungan) bisa menjadi bagian integral dari kurikulum pendidikan kita,” tambahnya. 

Tak hanya pemerintah, keterlibatan lintas sektor sangat dibutuhkan untuk menciptakan gerakan masif menyelesaikan masalah lingkungan. 

Gerakan oleh Perempuan dan Kelompok Muda

Salah satu gerakan anak muda yang diinisiasi Cinta Laura adalah Act of Love. Beberapa waktu lalu, Act of Love menggalang gerakan untuk penanaman 1.000 bibit mangrove di Pulau Pari, dengan tajuk Mangrove Youth Mission. 

Gerakan ini fokus pada aktivitas sosial. Pada praktiknya, sangat erat dengan masalah lingkungan. “Keberlanjutan (lingkungan) ini ada di semua aspek ya,” kata Konten Kreator Lingkungan Jerhemy Owen, dalam diskusi bersama Cinta. 

Selain menjadi konten kreator, Owen juga terlibat langsung dalam gerakan peduli lingkungan. Salah satunya melalui Bumitorri, gerakan yang dipimpinnya. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...