Kontaminasi Cesium Juga Ditemukan di Produk Cengkeh Indonesia
Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS) melaporkan temuan material radioaktif Cesium-137, pada produk cengkeh asal Indonesia. Produk cengkeh yang dimaksud berasal dari PT NJS, yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur.
Ini merupakan temuan kedua dari FDA setelah sebelumnya ditemukan udang beku impor dari Indonesia yang tercemar zat radioaktif Cesium-137 pada Agustus lalu. Satgas Penanganan Cesium-137, menyatakan telah menerima laporan tersebut.
“Kami telah menurunkan tim hari ini, dan rencananya Sabtu (4/10) akan berkunjung langsung ke sana untuk melakukan langkah penanganan lebih lanjut dengan semua menteri terkait,” kata Ketua Harian Satgas Penanganan Cesium-137, Hanif Faisol Nurofiq, di Jakarta, Rabu (1/10).
Hanif, yang juga menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup, menjelaskan sudah ada rapat koordinasi dengan para ahli untuk menangani kasus ini. Akan tetapi, Hanif menyebut belum mendapat laporan detail mengenai korban yang terpapar radiasi Cesium-137.
“Beberapa masyarakat yang teridentifikasi, terpapar, telah ditangani serius oleh teman-teman Kementerian Kesehatan,” kata Hanif.
Selain berdampak pada kesehatan masyarakat, Hanif menambahkan persoalan ini juga berdampak pada sektor perdagangan. “Jadi kita menjaga betul,” ujarnya.
Kasus Sebelumnya Ditemukan pada Produk Udang Beku
Saat ini, Satgas Penanganan Cesium-137 juga tengah menginventarisasi lokasi yang terpapar material radioaktif Cesium-137 di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten.
Sebanyak sepuluh titik kontaminasi Cesium-137 telah ditemukan. Baru dua di antaranya yang didekontaminasi. Pemerintah memperkirakan, proses dekontaminasi secara keseluruhan baru selesai beberapa bulan ke depan.
Kasus ini juga berawal dari temuan Cesium-137 oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat. Temuan ini melekat pada produk udang beku asal Indonesia.
Setelah diinvestigasi, produk udang tersebut terpapar aktivitas peleburan logam stainless steel, yang berada di satu kawasan industri. Cemaran tersebut terjadi lewat udara (airborne). Sejak kemarin, paparan Cesium-137 di Kawasan Industri Modern Cikande ditetapkan sebagai kejadian khusus oleh pemerintah.
