Kualitas Udara Indonesia Cukup Baik Pagi Ini, Surabaya dan Tangsel Masih Buruk

Ajeng Dwita Ayuningtyas
3 Oktober 2025, 08:35
Pemandangan gedung-gedung terlihat dari Petamburan di Jakarta, Rabu (9/4/2025). Setelah mengalami perbaikan signifikan selama masa libur Lebaran, kualitas udara Jakarta kembali berada dalam kondisi tidak sehat atau memiliki indeks kualitas udara (Air Qual
ANTARA FOTO/Ferlian Septa Wahyusa/app/tom.
Pemandangan gedung-gedung terlihat dari Petamburan di Jakarta, Rabu (9/4/2025). Setelah mengalami perbaikan signifikan selama masa libur Lebaran, kualitas udara Jakarta kembali berada dalam kondisi tidak sehat atau memiliki indeks kualitas udara (Air Quality Index/ AQI) di angka 153 pada Rabu (9/4) dan termasuk dalam peringkat kedelapan terburuk sedunia versi situs pemantau kualitas udara IQAir.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kualitas udara sejumlah wilayah di Indonesia terpantau cukup baik pagi ini, Jumat (3/10). Berdasarkan pantauan di situs IQAir pukul 07.12 WIB, Surabaya dengan kualitas udara paling rendah berada di kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. 

Tangerang Selatan juga memiliki kualitas udara serupa. Tetapi, kualitas udara wilayah lainnya berstatus lebih baik. Berikut informasi singkatnya:

  1. Surabaya, dengan poin AQI 106 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif
  2. Tangerang Selatan, dengan poin AQI 103 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif
  3. Serpong, dengan poin AQI 99 atau dalam kategori sedang
  4. Jakarta, dengan poin AQI 89 atau dalam kategori sedang
  5. Badung, dengan poin AQI 84 atau dalam kategori sedang

Kualitas udara paling baik, terpantau berada di Kota Jambi. Dengan poin AQI 53, kota ini juga memiliki kualitas udara tergolong sedang. 

Di lingkup global, daftar kota besar dengan kualitas udara terbaik dipimpin oleh Accra, di Ghana. Dengan poin AQI 3, kualitas udara kota ini tergolong baik. Kemudian, disusul Melbourne (Australia) dan Auckland (Selandia Baru), dengan poin AQI 9 dan 11.

Sementara, daftar kota besar dengan kualitas udara paling rendah kembali dipimpin Lahore, Pakistan. Pagi ini, tidak ada kota besar di Indonesia yang masuk dalam peringkat 5 teratas:

  1. Lahore, Pakistan, dengan poin AQI 174 atau dalam kategori tidak sehat
  2. Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, dengan poin AQI 158 atau dalam kategori tidak sehat
  3. Manila, Filipina, dengan poin AQI 136 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif
  4. Kabul, Afghanistan, dengan poin AQI 124 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif
  5. Delhi, India, dengan poin AQI 115 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif

Indeks AQI merupakan konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Kategori baik memiliki rentang PM 2,5 sebesar 0-50. Kategori sedang dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100 dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang PM 2,5 101-150.

Berikutnya, kategori tidak sehat memiliki rentang PM 2,5 di angka 151-200 dan kategori sangat tidak sehat sebesar 200-299. Dengan status sangat tidak sehat, kualitas udara dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.

Kualitas udara masuk kategori berbahaya dengan rentang PM 2,5 sebesar 300-500. Secara umum, kualitas udara pada rentang tersebut dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...