Sinkhole Muncul di Sumbar, BRIN Sebut Karakteristik Tanah Jadi Penyebabnya

Ajeng Dwita Ayuningtyas
5 Januari 2026, 12:24
Warga melihat dari dekat sinkhole yang terbentuk di tengah jalan raya Jalan Selingkar Wilis, Tulungagung, Jawa Timur.
ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko
Warga melihat dari dekat sinkhole yang terbentuk di tengah jalan raya Jalan Selingkar Wilis, Tulungagung, Jawa Timur.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sebuah lubang besar atau sinkhole tiba-tiba muncul di area sawah Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat pada Minggu (4/1). Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Adrin Tohari, menilai fenomena ini alami terjadi di daerah yang tersusun oleh batuan gamping.

Adrin menjelaskan, saat batuan gamping yang berada di bawah permukaan tanah terus teraliri air, maka batuan itu akan ikut larut dan memunculkan rongga-rongga. 

“Apabila pembentukan rongga semakin besar, maka akan menyebabkan lapisan tanah di permukaannya runtuh dan membentuk lubang besar,” kata Adrin, saat dihubungi Katadata pada Senin (5/1). 

Menurut Adrin, lubang ini bisa saja melebar atau muncul di titik sekitarnya. Ini tergantung pada ukuran rongga yang terbentuk pada lapisan batu gamping. Oleh karena itu, warga diminta untuk tetap waspada dan mengamati terbentuknya lubang baru di sekitarnya.

Tak Bisa Ditutup dengan Tanah

Sinkhole yang sudah terbentuk tidak cukup ditutup dengan tanah. Pasalnya, aliran air tetap berisiko meluruhkan permukaan tanah di musim hujan seperti saat ini. 

Alternatif lainnya adalah menutup lubang dengan semen khusus. Namun, butuh volume semen yang besar dan teknologi tertentu untuk melakukannya. Menurut Adrin, cara untuk menutup lubang ini tergolong sulit dilakukan.

“Jadi kalau sudah ada lubang ya biarkan saja, jadikan saja kolam atau apa, tapi harus dipagar,” ujarnya. Pemasangan pagar ditujukan sebagai pengamanan, agar tidak ada aktivitas di sekitarnya. 

Mitigasi Terbentuknya Sinkhole

Adrin menjelaskan, terbentuknya sinkhole dapat dimitigasi dengan mengontrol aliran air di permukaan. Namun, hal ini sulit dilakukan untuk area sawah karena fungsinya sebagai penangkap air hujan dan membutuhkan air untuk irigasi. 

Sementara untuk area lainnya, bisa dilakukan injeksi dengan semen untuk mengisi rongga-rongga yang terbentuk di bawah lapisan tanah. Ini dilakukan agar permukaannya tidak luruh. Baru kemudian dilanjutkan proses konstruksi di atasnya. Namun, ia memberikan catatan bahwa upaya ini membutuhkan biaya yang cukup besar.

Sebelum itu, perlu dilakukan pemetaan bawah permukaan tanah secara spasial, untuk melihat sebaran rongga batu gamping. Ketika sudah dipetakan, upaya mitigasi seperti injeksi dengan semen bisa diterapkan. 

Terbentuknya Sinkhole di Daerah Lain

Kejadian serupa beberapa kali terjadi di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang juga tersusun di atas batuan gamping. Penyebabnya pun sama, peluruhan permukaan tanah karena terbentuknya rongga di bawahnya. 

Tak hanya di Indonesia, kejadian ini juga bisa terjadi di belahan bumi lainnya. Contohnya di Malaysia pada Agustus 2024 dan di Singapura pada Juli 2025 lalu. 

Sinkhole terbesar dan terdalam di dunia diberi nama Xiaozhai Tiankeng (lubang surga), di Chongqing, Cina. Kedalaman sinkhole ini mencapai 662 meter dan lebar lebih dari 500 meter. Sinkhole di Cina ini memiliki ekosistem yang unik, mencakup hutan dan air terjun.  

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...