Bandung Tawarkan Pengelolaan Bandung Zoo ke Investor

Hari Widowati
13 April 2026, 18:02
Bandung, Bandung Zoo, konservasi
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/bar
Petugas Kepolisian berjaga di depan pintuk masuk Kebun Binatang Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/7/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menawarkan pengelolaan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo kepada calon investor. Ia telah mengundang 85 lembaga konservasi untuk mengikuti proses seleksi pemanfaatan dan pengelolaan kebun binatang tersebut.

"Karena anggaran yang akan dikelola juga besar. Peluang investasinya bisa di atas Rp 50 miliar. Jadi, memang mesti lembaga konservasi yang memiliki kekuatan pengelolaan yang sangat baik," kata Farhan, seperti dikutip Antara, di Bandung, Senin (13/4).

Farhan mengatakan proses penataan dan pengelolaan Bandung Zoo saat ini memasuki tahap penting dengan dibukanya peluang kerja sama bagi lembaga konservasi berbadan hukum. Ia mensyaratkan Lembaga konservasi yang akan mengelola Bandung Zoo harus memiliki reputasi yang sangat baik.

Proses seleksi akan dilakukan secara ketat dan diawasi oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, hingga pemerintah kota. Pemerintah Kota Bandung juga membuka ruang partisipasi masyarakat sebagai bagian dari transparansi dalam menentukan pengelola baru.

Saat ini Bandung Zoo mendapat perhatian dari publik setelah beberapa satwa koleksinya mati. Farhan juga menyebut minat dari lembaga konservasi internasional untuk mengelola Bandung Zoo menjadi sinyal positif bagi masa depan kebun binatang itu.

"Ini menjadi motivasi kami untuk membentuk pengelolaan yang baik dan bertaraf internasional," ujarnya.

Dari puluhan lembaga yang mendaftar, Farhan mengatakan, hanya peserta dengan reputasi dan kapasitas terbaik yang akan dipilih. Ia menargetkan proses seleksi akan mengerucut pada akhir April 2026 dengan mengedepankan standar profesional dalam menentukan pengelola baru.

Dua Anak Harimau Benggala Mati

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bandung mengevaluasi tata Kelola Bandung Zoo setelah dua anak harimau Benggala berusia delapan bulan mati.

"Kehilangan dua ekor anakan harimau sebuah pelajaran penting dan pukulan berat buat kami. Kami sangat prihatin, sangat sedih. Mudah-mudahan ke depannya kami bisa melakukan perbaikan dengan sangat baik," ujar Farhan.

Anak harimau Benggala yang Bernama Huru dan Hara itu dilaporkan mati pada Selasa (24/3) dan Kamis (26/3) di Kebun Binatang Bandung. Huru dan Hara merupakan koleksi satwa di Bandung Zoo yang lahir pada 12 Juli 2025 dari pasangan induk jantan bernama Sahrulkan dan betina bernama Jelita.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...