Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Bertemu Emil Salim, Dapat Wejangan Soal Sampah

Ajeng Dwita Ayuningtyas
7 Mei 2026, 19:35
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat bertemu mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim di Jakarta, Kamis (7/5). Foto: Ajeng Dwita Ayuningtyas/Katadata
Katadata
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat bertemu mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim di Jakarta, Kamis (7/5). Foto: Ajeng Dwita Ayuningtyas/Katadata
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat bertemu Menteri Lingkungan Hidup periode 1978-1993 Emil Salim di Jakarta, Kamis (7/5). Dalam pertemuan tersebut, Emil mengingatkan soal penanganan sampah.

Emil meminta jajaran KLH dan Jumhur yang baru sepekan menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup, agar tidak melihat sampah sebagai buangan. Sebab inti dari lingkungan hidup adalah siklus. 

“Antara produksi, konsumsi, antara menghasilkan produk, produk dihasilkan dengan limbah. Bagaimana ini kembali berputar di dalam siklus kehidupan ini,” kata Emil, saat ditemui di Kantor KLH pada Kamis (7/5). 

Namun, dirinya juga mewanti-wanti, jangan sampai sampah menjadi pemicu kerusakan lingkungan atau menimbulkan dampak lain yang menjalar ke kesehatan manusia. 

“Jadikan ini sebagai bagian dari kehidupan siklus alam. Seperti kotoran binatang jadi pupuk, melahirkan tumbuhan yang menghasilkan buah-buahan, buah menjadi makanan burung, inilah siklus,” ujar Emil. 

Menurut Emil, penyelesaian masalah lingkungan hidup adalah tanggung jawab bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat sipil. Jumhur kemudian menerima ‘wejangan’ ini dan sepakat bahwa sampah bisa sangat berguna dan menghasilkan produk bernilai tambah. 

Sedangkan Jumhur mengatakan, Emil banyak menyinggung soal ‘sentuhan kemanusiaan’ untuk membangun lingkungan hidup. "Di manapun posisi kita terutama sebagai pejabat, sentuhan kemanusiaan itu yang utama,” kata Jumhur.

Dalam kurang lebih satu jam perbincangan itu, Emil Salim juga menyinggung bahwa gerakan lingkungan hidup tidak hanya milik kementerian. Aksi-aksi lingkungan hidup harus digarap secara kolaboratif dengan berbagai kekuatan masyarakat sipil. 

“Kita harus menghormati teman-teman yang sukarela bergerak menyelamatkan bumi, menyelamatkan lingkungan,” ujar Jumhur. 

Jumhur menjelaskan, sedianya dirinya yang akan berkunjung ke rumah Emil. Namun, Eks-Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup pada 1983-1993 ini berkeinginan mengunjungi Jumhur di kantor KLH. 

Sebagai informasi, Emil Salim memiliki jejak panjang di bidang lingkungan hidup, meski dirinya besar dengan pendidikan ekonomi. Emil mendapat gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, sebelum melanjutkan studi ke University of California.

Selama karirnya, ia pernah menduduki sejumlah jabatan politik, yaitu Menteri Negara Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara (1971-1973), Menteri Perhubungan (Kabinet Pembangunan II 1973-1978), Menteri Negara Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (Kabinet Pembangunan III 1978-1983), serta Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (Kabinet Pembangunan IV dan V, 1983-1993). 

Emil Salim juga sempat menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 2007 dan dilantik menjadi Ketua pada 2010. 

Keponakan pahlawan nasional Haji Agus Salim ini, juga seorang penggagas Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) yang dibentuk dengan dukungan pemerintah serta lembaga internasional. 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...