Kualitas Udara Depok, Tangerang Selatan, dan Bandung Terburuk Pagi Ini
Depok, Jawa Barat, menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang masuk dalam dalam zona merah kota dengan kualitas udara terburuk pada, Rabu (19/2) pagi. Berdasarkan data yang dihimpun situs pemantau kualitas udara IQAir pukul 09.59 WIB, Depok memiliki Indeks AQI poin sebesar 160 atau masuk kedalam kategori tidak sehat.
Selain Depok, terdapat tiga kota di Indonesia yang memiliki indeks AQI poin tergolong kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif. Ketiga kota tersebut diantaranya, Tangerang Selatan, Banten, Bandung, Jawa Barat, dan Badung Bali yang masing-masing memiliki indeks AQI poin sebesar 132, 117, dan 104.
Berikut lima kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia Rabu (19/2):
- Depok, Jawa Barat dengan AQI poin 171 atau berada pada kategori tidak sehat.
- Tangerang Selatan, Banten dengan AQI poin 132 atau berada pada kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif.
- Bandung, Jawa Barat dengan AQI poin sebesar 117 atau berada pada kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif.
- Badung, Bali dengan AQI poin 104 atau berada pada kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif.
- Surabaya, Jawa Timur dengan AQI poin 85 atau berada pada kategori sedang.
Sementara kualitas udara terburuk di dunia ditempati oleh Dhaka di Bangladesh dengan AQI poin sebesar 241 atau masuk ke dalam kategori sangat tidak sehat.
Kota dengan kualitas udara terbaik di Indonesia ditempati oleh Palangkaraya, Kalimantan Tengah dengan indeks AQI poin sebesar 43 atau berada pada kategori baik. Sementara di tingkat global ditempati oleh Melbourne di Australia dengan indeks AQI poin sebesar 11 atau masuk dalam kategori baik.
Indeks AQI menunjukkan konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Kategori baik memiliki rentang PM 2,5 sebesar 0-50, yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika.
Kategori sedang dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100, yakni kualitas udaranya yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika .
Kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang PM 2,5 101-150, yakni kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif dan bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.
Kategori tidak sehat dengan rentang PM 2,5 di angka 151-200, yaitu kualitas udara di wilayah tersebut tidak sehat bagi manusia untuk beraktivitas di luar.
Kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.
Kategori berbahaya dengan rentang PM 2,5 sebesar 300-500 atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.
