Bahlil Tunggu Danantara untuk Tentukan Penggarap Proyek Waste To Energy

Muhamad Fajar Riyandanu
12 September 2025, 10:55
danantara, bahlil, waste to energy
ANTARA FOTO/Fauzan/nym.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan paparan kinerja Kementerian ESDM pada semester I 2025 di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/8/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menunggu rekomendasi dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danatara) terkait perusahaan yang akan ditunjuk untuk menggarap proyek pengelolaan sampah menjadi energi atau waste to energy.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjelaskan pihak Danantara akan menentukan perusahaan mana saja yang layak menggarap proyek melalui proses seleksi dan verifikasi. Setelah itu, Kementerian ESDM akan mengurus perizinan bagi perusahaan-perusahaan yang direkomendasikan oleh Danantara.

"Setelah Danantara melihat perusahaan mana yang akan masuk membangun proyek. Nanti izinnya akan diberikan dari ESDM," kata Bahlil di Istana Merdeka Jakarta pada Kamis (12/9), malam.

Bahlil mengatakan, setelah proses perizinan selesai, perusahaan pengelola proyek waste to energy terpilih selanjutnya menyepakati kontrak jual beli listrik atau power purchase agreement dengan PLN.

Kementerian ESDM dan Danantara saat ini masih dalam tahap mengkaji standar teknologi yang akan digunakan dalam proyek pengelolaan sampah menjadi energi tersebut. "Secara teknis sedang dikaji yang paling cocok, feasibility study-nya ada di Danantara," ujar Bahlil.

Danantara sebelumnya menyampaikan bahwa peraturan presiden (perpres) terkait program pengelolaan sampah atau waste to energy sudah rampung. Aturan itu akan rilis bersamaan dengan peluncuran Patriot Bonds.

Gerakan investasi ini akan dialokasikan untuk beberapa proyek strategis salah satunya pengelolaan sampah nasional. Melalui Patriot Bonds, Danantara akan menghimpun dana hingga US$ 3,1 miliar atau sekitar Rp 50 triliun.

Kepala Danantara Rosan Roeslani menyampaikan proses tender akan segera bergulir di sejumlah daerah, antara lain Jakarta, Bandung, Bali, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

“Dan daerah-daerah lain yang prioritas yang sudah bisa jalan kami akan melakukan tender proses secara terbuka dan transparan,” kata Rosan kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta pada Kamis (4/9).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...