Anak Usaha UNTR akan Kembangkan Proyek EBT PLTA Redelong 18 MW di Aceh
PT Energia Prima Nusantara (EPN), anak usaha dari PT United Tractors Tbk (UT) mempersiapkan ekspansi di bidang energi baru dan terbarukan (EBT) melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Redelong, Aceh.
Direktur EPN, Boy Gemino Kalauserang mengatakan, proyek baru di Aceh tersebut saat ini tengah menunggu letter of intent (LoI) yang ditandatangani oleh PT PLN (Persero).
“Kami saat ini juga sedang menunggu LOI dari PLN untuk proyek di wilayah Aceh dengan nama Redelong Project. Kami sudah menang secara proses tender,” kata Boy di, Wey Kanan, Lampung, Jumat (21/11).
Boy mengatakan, jika surat terbit, perusahaan menargetkan kesepakatan pendanaan dalam enam bulan, lalu dilanjutkan dengan konstruksi. Boy menjelaskan, proyek PLTA Redelong berkapasitas 18 megawatt.
PT EPN merupakan perusahaan energi terbarukan di bawah Grup United Tractors yang berfokus pada pengembangan energi hijau. Proyek yang digarap termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap, Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM), Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
Sejak 2018 hingga Juni 2024, EPN telah memasang PLTS atap dengan total kapasitas 17,3 MWp, dengan tambahan sekitar 3,7 MWp yang sedang dalam proses instalasi dan 12,55 MWp dalam proses perizinan di PLN.
EPN juga menggandeng PLN Icon Plus, anak usaha PLN yang berfokus pada pengembangan PLTS atap, untuk menggarap proyek PLTS atap di Astra Daihatsu Motor (ADM) dan beberapa lokasi anak usaha Astra.
Selain PLTS atap, EPN juga mengembangkan microgrid hybrid yang menggabungkan solar photovoltaic (PV) dengan battery energy storage system (BESS) dan genset diesel untuk mengurangi pemakaian bahan bakar diesel dan emisi CO2.
Proyek hybrid yang sedang berlangsung antara lain di tiga lokasi Pama Grup:
1. PAMA BAYA (336 kWp dan 60 kWh BESS), PAMA MTBU (615 kWp dan 200 kWh BESS), serta KPP INDEXIM (369 kWp dan 200 kWh BESS) dengan total kapasitas sekitar 1,3 MWp dan 460 kWh BESS, serta rencana pemasangan lanjutan di PAMA Teluk Timbau dan PAMA BRCB.
2. Pembangkit Independent Power Producer (IPP) berbasis energi terbarukan yang dikembangkan grup EPN mencakup beberapa PLTM dengan total kapasitas 24,4 MW yang telah beroperasi dan 25,4 MW dalam tahap konstruksi,
3. PLTP Rantau Dedap dengan kapasitas 91,2 MW.
Selain itu, EPN juga tengah melakukan negosiasi Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PPA) untuk proyek PLTSa Legok Nangka berkapasitas 40 MW.
