Polusi Udara Tangsel, Bandung, dan Surabaya Terburuk di Indonesia Pagi Ini

Ajeng Dwita Ayuningtyas
7 Agustus 2026, 07:54
polusi udara, kualitas udara
ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/YU
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Polusi udara di Tangerang Selatan, Bandung, dan sejumlah wilayah lainnya menempati posisi terburuk secara nasional pada Jumat pagi (7/8). Berdasarkan pantauan situs IQAir pukul 07.34 WIB, poin AQI wilayah-wilayah itu berada di atas 150 dan termasuk dalam kategori tidak sehat.

Pada kualitas udara yang tidak sehat, masyarakat umum terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, orang hamil, atau penderita penyakit jantung dan paru rentan mengalami efek kesehatan. 

"Ketika kualitas udara dikategorikan tidak sehat, masyarakat umum, terutama kelompok yang sensitif, mungkin mulai mengalami efek kesehatan,” demikian penjelasan IQAir, dikutip pada Jumat (7/8). 

Dalam kondisi ini, IQAir menyarankan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG juga beberapa kali mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, khususnya jika berada di lokasi dengan tingkat pencemaran udara tinggi.

Berikut daftar lima wilayah di Indonesia dengan kualitas udara terburuk pagi ini:

  1. Tangerang Selatan, Banten, dengan poin AQI 180 atau dalam kategori tidak sehat, 
  2. Bandung, Jawa Barat, dengan poin AQI 178 atau dalam kategori tidak sehat,
  3. Surabaya, Jawa Timur, dengan poin AQI 178 atau dalam kategori tidak sehat,
  4. Pontianak, Kalimantan Barat, dengan poin AQI 169 atau dalam kategori tidak sehat,
  5. Badung, Bali, dengan poin AQI 151 atau dalam kategori tidak sehat.

Sementara itu, kualitas udara paling sehat tercatat berada di Kota Pekanbaru, Riau. Dengan poin AQI 61, kualitas udara Pekanbaru masih masuk kategori sedang. Kondisi serupa juga dijumpai di Medan, Sumatera Utara, dengan poin AQI 63 dan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dengan poin AQI 71.

Adapun di lingkup global, kualitas udara paling sehat hanya mencatatkan poin AQI 10 dan masuk kategori baik. Tepatnya berada di Kopenhagen, Denmark. Kualitas udara serupa pun ditemui di sejumlah kota besar lainnya, seperti di Oslo (Norwegia) dengan poin AQI 16 dan Almaty (Kazakhstan) dengan poin AQI 19.

Berbanding terbalik dengan kondisi tersebut, beberapa kota besar di dunia ini memiliki kualitas udara paling buruk. Berikut daftarnya:

  1. Kampala, Uganda, dengan poin AQI 156 atau dalam kategori tidak sehat,
  2. Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, dengan poin AQI 156 atau dalam kategori tidak sehat,
  3. Manama, Bahrain, dengan poin AQI 153 atau dalam kategori tidak sehat, 
  4. Portland, Amerika Serikat, dengan poin AQI 149 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif,
  5. Doha, Qatar, dengan poin AQI 145 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Indeks AQI adalah konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Rumus indeks mempertimbangkan enam polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Angka AQI keseluruhan pada waktu tertentu ditentukan oleh polutan paling berisiko dengan angka AQI paling tinggi. Indeks AQI berkisar dari 0 sampai 500 dengan pembagian enam kategori.

Kategori baik memiliki rentang skor AQI 0-50, kategori sedang memiliki rentang skor 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang skor 101-150.

Sedangkan kategori tidak sehat dengan rentang skor AQI di angka 151-200, kategori sangat tidak sehat 200-299, dan kategori berbahaya pada rentang 300-500.

Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Sementara itu, kualitas udara kategori berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...