Bank DBS Beri Pembiayaan Pre-Shipment Rp 306 Miliar untuk Sucden Coffee
Bank DBS Indonesia menyalurkan fasilitas pembiayaan sustainable pre-shipment senilai Rp 306 miliar untuk Sucden Coffee Indonesia. Pembiayaan pada tahap pra-ekspor ini membantu menstabilkan arus kas petani dan memperluas kesempatan mereka menjual produknya ke pasar lokal maupun ekspor.
Anthonius Sehonamin, Head of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia, mengatakan kemitraan ini merupakan komitmen Bank DBS Indonesia sebagai mitra tepercaya untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dengan memperkuat rantai pasok pertanian Indonesia.
“Melalui akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan, ini sejalan dengan aspirasi kami untuk menjadi Best Bank for a Better World. Kami senang dapat bermitra dengan Sucden Coffee Indonesia untuk memajukan industri kopi, serta memperkuat ketahanan petani kopi lokal,” kata Anthonius dalam keterangan resmi, Selasa (13/1).
Dukungan Modal Kerja untuk Jaringan Pemasok Kopi Lokal
Dia menjelaskan, fasilitas ini dirancang untuk memberikan dukungan modal kerja kepada jaringan pemasok kopi lokal Sucden, khususnya petani dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.
Menurutnya, dengan menyediakan akses pembiayaan pada tahap pra-ekspor, fasilitas ini membantu menstabilkan arus kas petani dan sekaligus memperluas kesempatan mereka menjual produk ke pasar lokal maupun ekspor.
Chief Financial Officer, Sucden Coffee, Elliott Commissaire mengatakan pendanaan ini melengkapi visi jangka panjang Sucden Group pada tahun 2050. Pembiayaan ini juga akan mendukung target sementara perusahaan untuk memberikan pelatihan tahunan bagi petani kecil tentang praktik pertanian yang baik dan peningkatan proporsi kopi bersertifikat atau terverifikasi berkelanjutan dalam volume perdagangannya.
“Fasilitas ini meningkatkan kemampuan kami untuk memberikan dukungan keuangan tepat waktu kepada basis pemasok kami, terutama petani kecil. Kami menghargai kemitraan Bank DBS Indonesia seiring kami terus membangun rantai nilai kopi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” kata dia.
Hingga akhir 2024, Bank DBS Indonesia mencatat portofolio keuangan berkelanjutan mencapai Rp 6,6 triliun. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 9,34% dibandingkan dengan periode 2023. Perusahaan belum mengumumkan angka terbaru untuk pembiayaan berkelanjutan sepanjang 2025.
