Eks-Menteri KKP Susi Pudjiastuti Usul RI Punya Alat Canggih Penangkap Sampah
Eks-Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menandai Presiden Prabowo Subianto dalam unggahan media sosial X miliknya, membahas alat canggih yang mampu membersihkan hingga 100 juta kg sampah plastik di lautan. Alat tersebut merujuk pada kapal penyaring 'System 03' yang dikembangkan organisasi nirlaba The Ocean Cleanup.
“Pak Presiden @prabowo Indonesia harus minimal punya satu yang seperti ini,” tulis Susi dalam unggahan di akun X-nya, dikutip pada Senin (5/10).
Mengutip keterangan resmi The Ocean Cleanup, System 03 adalah kapal dengan teknologi pembersihan sampah laut yang dirancang organisasi tersebut pada 2023 lalu, untuk membersihkan Great Pacific Garbage Patch (GPGP) atau pulau sampah di Samudra Pasifik.
Organisasi nirlaba asal Belanda itu mengatakan, selain lebih besar dari versi sebelumnya, komponen System 03 telah ditingkatkan, sehingga membuat pembersihan sampah laut lebih efisien dan ekonomis.
Gambarannya, kapal tersebut memiliki jaring raksasa yang mampu menggaet sampah-sampah plastik di permukaan hingga bawah permukaan lautan.
“Pada efisiensi puncak, System 03 dapat membersihkan area seluas lapangan sepak bola dalam lima detik,” demikian dikutip dari laman resmi The Ocean Cleanup.
Dengan teknologi tersebut, upaya pembersihan bisa menjangkau area yang lebih dalam di bawah permukaan dan menangkap plastik yang mengapung di bawahnya. Teknologi ini juga disebut tidak menimbulkan bahaya bagi kehidupan laut.
The Ocean Cleanup turut menjelaskan, System 03 dilengkapi dengan Marine Animal Safety Hatch (MASH) untuk memitigasi risiko terhadap satwa laut. Ketika satwa terlihat di zona retensi, MASH akan aktif dengan menutup akses masuk satwa lain, sekaligus membuka jalur keluar bagi satwa yang telah berada di zona retensi. Sampah plastik dipastikan tidak ikut kembali keluar dalam proses pelepasan satwa.
“Kami berharap sistem ini menjadi cetak biru (blueprint) untuk armada yang kita butuhkan untuk membersihkan lautan dari plastik,” demikian dikutip.
Proyek The Ocean Cleanup di Indonesia
Februari lalu, Kementerian Koordinator Bidang Pangan telah memperluas kerja sama dengan The Ocean Cleanup untuk membersihkan sungai dan laut dari sampah plastik. Kerja sama ini menargetkan pembersihan sepuluh sungai terbesar di Jawa, Bali, dan Sulawesi.
Kerja sama pemerintah dengan The Ocean Cleanup dimulai pada 2019. Ketika itu, kerja sama dilakukan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Selama kolaborasi terjalin, The Ocean Cleanup mengoperasikan dua kapal penyaring sampah atau interceptor di Cengkareng Drain dan Sungai Cisadane.
Teknologi yang digunakan untuk pembersihan Sungai Cisadane pada 2023 disebut Interceptor 020, diklaim mampu membersihkan 1.000 ton sampah plastik yang dilepaskan dari sungai tersebut menuju Laut Jawa setiap tahunnya. Sementara, Interceptor 001 dikerahkan untuk membersihkan aliran Sungai Cengkareng pada 2018 lalu.
CEO The Ocean Cleanup Boyan Salt menyampaikan, teknologi yang dikembangkannya bisa diterapkan untuk berbagai jenis sungai. “Kami memastikan bahwa alat ini efektif untuk setiap kondisi,” kata Boyan.
Keefektifan alatnya itu, dibuktikan dengan terkumpulnya sampah dari sungai Indonesia seberat Menara Eiffel selama ini. “Tentu saja itu akan jauh lebih besar dalam beberapa tahun ke depan,” ucapnya.

