Penggunaan plastik untuk kemasan produk belum terelakkan. Unilever merespons tantangan ini dengan prinsip less plastic, better plastic, dan no plastic.
Indonesia bertekad menjadi pelopor dalam pengelolaan sampah regional dengan target 100% sampah, termasuk plastik, terkelola dengan baik pada tahun 2029.
Beberapa perusahaan anggota Indonesia Packaging Recovery Organisation (IPRO) dan National Plastic Action Partnership Indonesia, mendukung kesepakatan pemberlakuan wajib EPR.
Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq mengatakan Indonesia tetap melanjutkan target pengelolaan sampah dengan atau tanpa perjanjian global, serta beriringan dengan masalah nasional lainnya.
Deputy Director Dietplastik Indonesia, Rahyang Nusantara, justru melihat perbedaan komitmen Pemerintah Indonesia dalam perjanjian internasional bertentangan dengan posisi Indonesia sesungguhnya.
Sebelas diplomat dari berbagai negara menilai posisi Brasil kini lebih sejalan dengan produsen minyak besar dalam putaran negosiasi saat ini mengenai perjanjian global baru tentang plastik.