Harga Pokok Produksi, Pengertian, Komponen, dan Rumusnya
Dalam dunia usaha, sangat penting untuk memahami konsep harga pokok produksi atau HPP. Pasalnya, HPP memiliki dampak yang signifikan pada keberlanjutan, profitabilitas, dan pengambilan keputusan bisnis.
Dengan memahami HPP, perusahaan dapat mengoptimalkan pengelolaan biaya produksi, dan meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, manajemen perusahaan akan mampu membuat keputusan yang lebih informasional untuk mendukung pertumbuhan, dan keberlanjutan jangka panjang.
Berikut ini ulasan mengenai harga pokok produksi, mulai dari pengertian, fungsi, serta rumusnya yang penting untuk diketahui.
Pengertian Harga Pokok Produksi
Dilansir dari laman Majoo, harga pokok produksi adalah daftar biaya produksi yang harus dikeluarkan perusahaan pada periode tertentu. Di dalamnya berisikan banyak daftar, seperti biaya pengadaan bahan baku, alat produksi, bahan pendukung produksi dan lain sebagainya.
Jika harga pokok produksi sudah diketahui, maka perusahaan akan lebih mudah untuk menentukan harga produk. Minimal, harga produk yang akan dijual sudah diperhitungkan secara cermat antara laba dan rugi yang bakal muncul dari penjualan yang dilakukan.
HPP mencakup semua biaya yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan proses produksi. Konsep ini penting untuk mengukur seberapa efisien suatu perusahaan dalam mengelola biaya produksi.
Patut diingat, bahwa harga pokok produksi tidak mencakup biaya-biaya yang tidak terkait langsung dengan produksi atau distribusi. Misalnya, biaya administrasi dan pemasaran. Keberadaan HPP utamanya membantu perusahaan untuk menentukan harga jual yang sesuai, membuat keputusan produksi yang lebih baik, dan mengukur kinerja operasional.
Tujuan Menghitung Harga Pokok Produksi
Terdapat empat tujuan dari penghitungan Harga Pokok Produksi yang wajib dipahami, yaitu:
Memahami harga pokok produksi sangat penting bagi perusahaan karena memiliki dampak yang signifikan pada keberlanjutan, profitabilitas, dan pengambilan keputusan bisnis. Berikut adalah beberapa tujuan menghitung HPP.
1. Penentuan Harga Jual yang Optimal
Harga pokok produksi merupakan dasar untuk menentukan harga jual yang dapat mencakup semua biaya produksi dan memberikan margin keuntungan yang diinginkan. Pemahaman yang baik tentang HPP membantu perusahaan menetapkan harga yang bersaing di pasar dan masih tetap menghasilkan keuntungan.
2. Pengambilan Keputusan Produksi
Informasi mengenai harga pokok produksi membantu manajemen dalam mengambil keputusan terkait produksi. Dengan mengetahui berapa biaya yang terlibat dalam produksi suatu barang atau jasa, perusahaan dapat mengoptimalkan kapasitas produksi, menyesuaikan volume produksi, atau bahkan memutuskan untuk memproduksi atau membeli komponen tertentu.
3. Evaluasi Kinerja Operasional
Harga pokok produksi juga digunakan sebagai ukuran kinerja operasional perusahaan. Perbandingan antara HPP aktual dan HPP perkiraan dapat memberikan wawasan tentang sejauh mana perusahaan dapat mengendalikan biaya produksinya.
4. Perencanaan Anggaran
Dengan mengetahui harga pokok produksi, perusahaan dapat merencanakan anggaran dengan lebih akurat. Ini membantu dalam alokasi sumber daya yang efisien dan menghindari pemborosan.
5. Negosiasi Kontrak dan Persediaan
Dalam negosiasi kontrak dengan pemasok atau pelanggan, pemahaman tentang harga pokok produksi dapat membantu perusahaan dalam mencapai persetujuan yang saling menguntungkan.
Selain itu, pemahaman HPP dapat membantu dalam manajemen persediaan dengan menghindari pembelian atau produksi barang dengan biaya yang tidak dapat diterima.
6. Analisis Marginal dan Break Even
Harga pokok produksi sangat penting dalam analisis marginal dan titik impas (break-even point). Ini membantu perusahaan untuk menentukan jumlah minimum penjualan yang diperlukan untuk menutupi semua biaya produksi dan mencapai titik impas.
7. Keberlanjutan Bisnis
Memahami harga pokok produksi membantu perusahaan mengidentifikasi area-area di mana mereka dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya produksi, yang pada gilirannya dapat meningkatkan profitabilitas dan keberlanjutan bisnis.
Dengan memahami HPP, perusahaan dapat mengoptimalkan pengelolaan biaya produksi, meningkatkan efisiensi operasional, dan membuat keputusan yang lebih informasional untuk mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan jangka panjang.
Komponen dan Rumus Harga Pokok Produksi
Secara umum terdapat tiga komponen yang masuk dalam perhitungan harga pokok produksi di dalam suatu perusahaan, yaitu
- Biaya bahan baku, merupakan setiap biaya yang digunakan dalam rangka membeli bahan baku yang diperlukan dalam proses produksi. Tidak sekedar bahan pokok saja, namun semua komponen untuk menyiapkan bahan baku yang diperlukan tersebut.
Mulai dari harga bahan pokok, harga bahan tambahan, serta harga ongkos pengiriman barang.
- Biaya tenaga kerja langsung, merupakan semua biaya yang diperlukan untuk membayar tenaga kerja dalam rangka proses produksi, yang mengubah bahan baku atau bahan mentah menjadi produk jadi atau produk yang siap dipasarkan.
Contoh paling nyata adalah biaya gaji karyawan yang secara langsung terlibat dalam aktivitas pabrik atau produksi.
- Biaya overhead pabrik, adalah biaya yang diperlukan untuk mengolah bahan baku menjadi produk yang siap dijual. Biaya ini akan memasukkan variabel biaya tenaga kerja tidak langsung, yang turut bekerja tidak secara langsung dalam pembuatan produk.
Selain itu ada pula variabel penyusutan peralatan produksi yang digunakan, karena secara langsung peralatan digunakan, namun tak setiap saat memerlukan perawatan. Namun perlu diingat jika beban pemasaran dan administrasi tidak masuk dalam bagian ini.
1. Menghitung Bahan Baku
Bahan baku merupakan modal utama dalam menghitung harga pokok produksi untuk pertama kalinya. Jika bisnis yang dijalankan bergerak di industri manufaktur, perusahaan harus menentukan berapa banyak bahan baku yang akan digunakan untuk memproduksi suatu barang terlebih dulu.
Perusahaan dapat melihat dari jumlah bahan baku yang masih tersisa di akhir periode, setelah saldo awal periode. Kemudian ditambah pembelian yang ada selama periode tersebut berlangsung.
Rumus yang bisa digunakan untuk menghitung seluruh bahan baku produksi:
Bahan Baku Terpakai = Saldo Awal Bahan Baku + Pembelian Bahan Baku – Saldo Akhir Bahan Baku
2. Menghitung Biaya Produksi Lainnya
Selain bahan baku, dalam menghitung harga pokok produksi, perusahaan juga harus menghitung biaya produksi lainnya yang berpengaruh terhadap proses produksi barang.
Biaya-biaya tersebut di antaranya adalah biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead seperti biaya bahan baku yang bersifat tidak pokok seperti biaya listrik, biaya reparasi, biaya pemeliharaan, dan sebagainya.
3. Menghitung Total Biaya Produksi
Total biaya produksi merupakan salah satu poin yang membedakan perhitungan harga pokok produksi perusahaan dagang dan manufaktur.
Total biaya produksi merupakan sebagian biaya yang dikeluarkan saat barang telah masuk ke dalam proses produksi dan biaya yang dikeluarkan untuk produksi barang tersebut.
Cara menentukannya adalah bahan baku barang yang diproses pada awal periode produksi ditambah dengan bahan baku penambahnya atau bahan baku tidak pokok seperti tenaga kerja langsung dan overhead.
Secara sederhana, rumus menghitung biaya produksi lainnya adalah sebagai berikut:
Total Biaya Produksi = Bahan Baku Yang Digunakan + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead Produksi
4. Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP)
Setelah mengetahui seluruh angka perhitungan beberapa komponen di atas, hal terakhir yang bisa dilakukan adalah menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP).
Secara sederhana, rumus menghitung HPP adalah:
Harga Pokok Penjualan (HPP) = Harga Pokok Produksi + Persediaan Barang Awal – Persediaan Barang Akhir
Itulah rangkuman mengenai harga pokok produksi, terkait pengertian, tujuan, dan komponen, serta rumusnya yang penting untuk diketahui.
