Profil Bank Saqu, Gurita Grup Astra Gaet Orang Terkaya dari Hong Kong

Patricia Yashinta Desy Abigail
21 November 2023, 05:55
Bank digital Grup Astra, Bank Saqu bakal diluncurkan pada Senin 20 November pekan depan.
Foto: Dokumentasi Astra International
Bank digital Grup Astra, Bank Saqu diluncurkan pada Senin 20 November 2023

Layanan perbankan digital besutan  Astra Group bersama Welab Sky dan PT Bank Jasa Jakarta (BJJ) resmi meluncurkan layanan digital bernama Bank Saqu pada Senin (20/11). Presiden Direktur Bank Jasa Jakarta Leo Koesmanto mengatakan lahirnya Bank Saqu berawal dari Bank Jasa Jakarta yang saat ini sudah diakuisisi oleh Grup Astra yakni Astra Financial. 

"Porsi saham Astra Financial dan Welab Sky masing-masing 49%," kata Leo Koesmanto kepada wartawan di Menara Astra, Jakarta, Senin (20/11). 

Leo mengatakan kehadiran Bank Saqu memberikan pengalaman perbankan dengan inovasi teknologi kepada pengguna. Ia menyebut Bank Saqu diciptakan untuk mempermudah masyarakat, khususnya solopreneur atau pengusaha tanpa karyawan dalam mengelola uang, baik secara pribadi maupun bisnis.

Menurut Leo target Bank Saqu menyasar solopreneur sejalan dengan visi Bank Jasa Jakarta untuk menjadi Bank Ritel dan UMKM pilihan. Lalu dengan pondasi ekosistem dan fungsi integrasi yang kuat untuk kemajuan ekonomi digital Indonesia. Segmen ini dinilai secara proaktif mencari cara untuk bertumbuh, menabung lebih banyak, berinvestasi lebih banyak, atau bahkan mengambil pinjaman untuk upaya produktif.

Hadirnya Bank Saqu cukup menjadi sorotan lantaran menawarkan bunga kompetitif bahkan hingga 10 % per tahun. Suku bunga simpanan itu tercatat lebih tinggi dari tingkat bunga penjaminan yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar 4,25 persen bagi bank umum. 

Leo mengatakan penerapan bunga 10 % yang disediakan tidak menyalahi aturan LPS lantaran tidak diberikan pada tabungan atau simpanan utama. Menurut Leo Suku bunga sebesar 10 persen akan diberikan kepada nasabah dan dimasukkan ke dalam Saku Booster setelah bertransaksi menggunakan Bank Saqu dan membulatkannya ke nominal terdekat. 

Dengan begitu nasabah hanya akan mendapat keuntungan bunga hingga 10 % untuk fitur Saku Booster yang memang tidak dijamin oleh LPS. Sementara itu, produk Bank Saqu lainnya yaitu Saku Transaksi memiliki suku bunga sebesar 0,5 persen dengan periode pembayaran bunga harian dan suku bunga Saku Nabung berada di 3,5 persen.

Lalu bagaimana sebenarnya profil Bank Saqu? 

Kilas Profil Bank Saqu dan Para Pendiri

Hadirnya Bank Saqu menambah cengkeraman grup Astra di industri keuangan Tanah Air. Sebelumnya, Astra Financial sebagai brand dari divisi layanan keuangan PT. Astra International Tbk dengan kode ticker ASII telah memiliki 12 entitas bisnis.

Beberapa produk Astra Financial di antaranya Astra Credit Companies, FIFGROUP, Toyota Astra Finance, Komatsu Astra Finance, dan Surya Artha Nusantara Finance. Juga ada Asuransi Astra Buana, Astra Life, Astra Ventura, Dana Pensiun Astra, MauCash, AstraPay dan Moxa.

Astra Financial merupakan satu dari tujuh divisi bisnis Astra di samping otomotif, alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi. Lalu agribisnis, infrastruktur serta logistik, teknologi informasi, dan properti.

Sementara itu Welab Sky adalah anak usaha Welab Holdings dan anggota dari Grup WeLab, suatu platform fintech pan-Asia yang terkemuka. Di antara investor WeLab adalah TOM Group Ltd dari CK Hutchison, konglomerasi milik orang terkaya di Hong Kong Li Ka Shing.

Sebelumnya WeLab telah memulai bank digital di Hong Kong pada 2019. Adapun Indonesia akan menjadi pasar kedua di Asia. WeLab saat ini mengoperasikan platform kredit konsumen WeLend di Hong Kong dan WeLab Digital di daratan Cina.

Di sisi lain secara pimpinan, Bank Jasa Jakarta yang menaungi Bank Saqu dinahkodai oleh Leo Koesmanto. Adapun Leo merupakan bankir yang berpengalaman di bidang transformasi digital.

Sebelum di Bank Jasa, Leo pernah menjabat sebagai managing director head of digital banking di DBS Indonesia. Ia telah berpengalaman menangani layanan digital milik DBS Indonesia sejak 2016 dan berhenti pada 2022. 

Selain di DBS Indonesia, Leo juga pernah menjadi bankir di PT Bank Maybank Indonesia Tbk selama 3 tahun. Ia pun pernah bekerja di PT Bank HSBC Indonesia selama hampir 5 tahun.

Jajaran Komisaris Bank Saqu

1. Presiden Komisaris : Suparno Djasmin
2. Komisaris Independen : Mintolo Hardiyanto
3. Komisaris Independen : Julianti Tatan
4. Komisaris : Ernest Leung

Jajaran Direksi Bank Saqu

1. Presiden Direktur : Leonardo Koesmanto
2. Wakil Direktur : Handrie Wirawan
3. Direktur : Emanuela Tanubrata
4. Direktur : Leka Madiadipoera
5. Direktur : Reinard Setiaji



Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...