Profil Doni Monardo, Jenderal yang Memimpin Perang Melawan Covid-19

Image title
3 Desember 2023, 20:52
Doni Monardo
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.
Ilustrasi, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang juga Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo (kanan) berjalan bersama Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya (kiri) menuju ruang Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (5/5/2021).

Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Satgas Penanganan Pandemi Covid-19, Letjen (Purn) DR (H.C.) Doni Monardo, tutup usia di usia 60 tahun. Ia meninggal dunia setelah menjalani perawatan yang lama di RS Siloam Semanggi, Jakarta.

Nama Doni Monardo mencuat ke ranah publik ketika dirinya ditunjuk memimpin Satgas Penanganan Pandemi Covid-19 atau Satgas Covid-19. Sebagai kepala satgas, ia bertugas mengkoordinasikan masalah isolasi pasien, rumah sakit darurat, hingga distribusi dan logistik.

Advertisement

Seperti apa perjalanan karir Doni Monardo, dan bagaimana kiprahnya memimpin satuan tugas menghadapi pandemi Covid-19? Simak ulasan berikut ini.

Profil Doni Monardo: Karir Kemiliteran dan Perannya Memimpin Satgas Covid-19

Doni Monardo lahir di Cimahi, Jawa Barat pada 10 Mei 1963. Ia diketahui menempuh pendidikan tingkat menengah atas di SMA Negeri 1 Padang pada 1981.

Usai lulus dari pendidikan menengah atas, Doni melanjutkan pendidikan di Akademi Militer atau Akmil, mengikuti jejak ayahnya, Letkol CPM Nasrul Saad. Doni lulus dari Akmil pada 1985.

Karirnya di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) tergolong cemerlang, dan pernah menduduki sederet posisi strategis.

1. Karir Kemiliteran Doni Monardo

Usai lulus dari Akmil pada 1985, Doni Monardo bergabung dengan Komando Pasukan Khusus atau Kopassus, dimana ia pernah bertugas di wilayah konflik Timor Timur dan Aceh.

Ia diketahui pernah memegang posisi sebagai Danyon 11 Grup 1/Kopassus pada 1998–1999. Kemudian, Danyonif 741/Satya Bhakti Wirottama selama dua tahun, yakni dari 1999 hingga 2001, sebelum bergabung dengan Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres.

Di Paspampres, Doni memegang posisi sebagai Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Paspampres selama dua tahun, yakni selama periode 2001-2003. Ia juga menjabat sebagai Katim Analis Intel Kolakoops TNI selama setahun, yakni pada periode 2003–2004.

Karirnya di Paspampres terbilang mulus. Pada 2004 ia diangkat menjadi Waasops Danpaspampres, hingga 2006. Pada 2008 ia dipromosikan menjadi Komandan Grup A Paspampres. Kemudian menempati posisi teritorial sebagai Danrem 061/Surya Kencana pada 2010-2011.

Ia diketahui juga menjadi wakil komandan satuan tugas pembebasan MV Sinar Kudus yang dibajak pemberontak Somalia 2011 silam. Atas perannya dalam operasi ini, Doni Monaro dipromosikan sebagai Wakil Komandan Kopassus. Karirnya semakin melejit dengan pengangkatan sebagai Komandan Paspampres pada periode 2012-2014 dan Danjen Kopassus pada 2014.

Setahun memimpin Kopassus, ia digeser menjadi Panglima Kodam XVI Pattimura di Ambon (2015-2017). Lalu Pangdam III Siliwangi Jawa Barat pada 2017 hingga 2018.

Doni Monardo mendapatkan pangkat Letnan Jenderal (Letjen) saat ia menjabat menjadi Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Sesjen Wantamnas) pada 2018. Jabatan tersebut ia emban hingga 2019, sebelum ditunjuk menjadi Kepala BNPB.

Halaman:
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement