GoFood Festival Ditutup, Gojek Andalkan Dapur Bersama dengan Mitra

Gojek menargetkan bisa membuka 54 Dapur Bersama hingga akhir tahun. Dapur Bersama diharapkan bisa meningkatkan transaksi GoFood.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
29 Juni 2020, 18:28
gojek, gofood, makanan
gojek
Ilustrasi, layanan GoFood. Gojek bakal mengandalkan Dapur Bersama untuk meningkatkan transaksi.

Gojek akhirnya menyetop layanan pujasera GoFood Festival akibat pandemi corona. Gojek pun mengandalkan Dapur Bersama bagi para mitra (merchant) untuk mendorong transaksi layanan GoFood.

GoFood Festival merupakan layanan pujasera yang diluncurkan Gojek pada 2018. Namun, pandemi corona memyebabkan masyarakat harus menjaga jarak sehingga perusahaan terpaksa menghentikan operasional Gofood Festival.

Gojek pun menggencarkan layanan Dapur Bersama untuk membantu mitra UMKM meningkatkan transaksinya. Berbeda dengan GoFood Festival, Dapur Bersama difokuskan untuk layanan pesan antar (delivery) makanan. 

"Mudah-mudahan begitu kondisi pandemi lebih tenang, kami akan geber lagi buka lokasi Dapur Bersama, agar lebih pesat lagi," kata Chief Food Officer Gojek Indonesia Catherine Hindra Sutjahyo dalam video conference pada Senin (29/6). 

Dapur Bersama sudah diluncurkan oleh Gojek pada Oktober tahun lalu. Sejauh ini, sudah ada 27 Dapur Bersama yang dikelola GoFood di Jakarta, Bandung, dan Medan. 

Sampai akhir tahun, pihaknya menargetkan 54 dapur. "Kami targetkan penambahan double number di akhir tahun ini," kata Catherine.

(Baca: Gojek Respons soal PHK 430 Karyawan yang Dianggap Melanggar Aturan)

Dapur Bersama merupakan wadah bagi mitra UMKM untuk menjalankan usahanya di dapur yang dikelola secara kolektif. Kebutuhan dasar sudah tersedia di dapur tersebut tanpa harus menyewa. Namun ada bagi hasil (revenue sharing) mitra dan Gojek.

Apabila mitra ingin membuat dapur, Gojek memfasilitasinya dan akan mencarikan lokasi dapur yang tepat berdasarkan data. "Berikan satu wadah, pilihkan lokasi, berdasarkan data, carikan yang demand-nya bagus, yang kurangnya apa," kata Catherine.

Untuk meningkatkan transaksi UMKM, GoFood juga mengandalkan ekosistem Gojek lainnya. Seperti layanan pembayaran dengan GoPay, layanan logistik GoShop, dan pembelian bahan baku untuk makanan di Gofresh. 

Untuk peningkatan kinerja bisnis UMKM, GoFood juga mengandalkan adanya GoBiz. Aplikasi khusus merchant ini bisa digunakan untuk manajemen pesanan, manajemen promo, sampai manajemen katalog.

Ada juga Komunitas Partner GoFood sebagai media interaksi sesama mitra. Sejauh ini sudah ada 48 ribu mitra yang tergabung dalam komunitas.

Decacorn Tanah Air ini juga terus mengembangkan restoran berbasis komputasi awan atau cloud kitchen. Hingga awal tahun tercatat ada 20 cloud kitchen milik Gojek.

Cloud kitchen merupakan layanan restoran berbasis daring yang memungkinkan mitra GoFood hadir di lokasi yang lebih dekat dengan konsumen. Peluncuran GoFood Kitchen berbarengan juga dengan diluncurkannya GoFood Festival. 

Bedanya dengan GoFood Festival, GoFood Kitchen tidak menyediakan makan di tempat. Konsumen hanya dapat memesan lewat aplikasi Gojek. GoFood mengacu pada data-data yang diperolehnya.

Sejauh ini sudah ada 500 ribu merchant yang terdaftar di GoFood. Dalam dua bulan terakhir, omset GoFood tercatat meningkat hingga 20%. 

Pandemi memang mengubah perilaku konsumen karena kegiatan banyak dilakukan di rumah. Sehingga konsumen cenderung memesan makanan dalam porsi yang cukup banyak untuk keluarganya. 

GoFood mencatat pemesanan makanan dengan kategori siap masak (ready to cook) juga mengalami peningkatan selama pandemi. "Kategori ready to cook bertumbuh tiga kali lipat sejak kami luncurkan. Ini jadi peluang tumbuh kuat," kata Catherine.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pihaknya mempunyai rencana untuk membuat rumah produksi seperti yang sudah digarap Gojek dengan Dapur Bersama-nya. Menurutnya, langkah pembuatan rumah produksi secara kolektif lebih efisien.

Dapur Bersama telah dilengkapi berbagi fasilitas yang dibutukan para mitra. UMKM juga tidak perlu menyewa lokasi, tapi cukup dengan bagi hasil. 

"Kalau UMKM disuruh punya peralatan produksi masak yang modern kan hampir tidak bisa, karena mahal, mending bangun rumah produksi bersama sehingga UMKM bisa bergerak di situ," kata Teten dalam video conference pada Senin (29/6). 

(Baca: Fokus pada 3 Bisnis Inti, Gojek Akan Setop GoLife dan GoFood Festival)

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Video Pilihan

Artikel Terkait