Konsultasi Psikologi untuk Dewasa & Remaja Naik Selama Pandemi Corona

Orang-orang yang konseling psikologi saat pandemi corona biasanya merasa cemas, khawatir, histeris, takut, marah, dan bingung.
Dimas Jarot Bayu
10 Juni 2020, 19:36
pandemi corona, virus corona, covid-19
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
Ilustrasi, konsultasi psikologi. Fakultas Psikologi Universitas Semarang menyebut orang dewasa dan remaja lebih banyak menggunakan layanan psikologi saat pandemi corona.

Fakultas Psikologi Universitas Semarang menyatakan penggunaan layanan psikologi sehat jiwa (Sejiwa) di hotline 119 ekstensi 8 selama pandemi corona meningkat. Rata-rata orang yang menggunakan layanan konseling tersebut berusia dewasa dan remaja.

Dekan Fakultas Psikologi Universitas Semarang Rini Sugiarti mengatakan orang yang menggunakan layanan konseling tersebut berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan. Mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), karyawan BUMN, pengusaha, mahasiswa, hingga ibu rumah tangga.

"Klien (layanan konseling) yang masuk selama pandemi ini sebagian besar dewasa. Untuk 60 ke atas tidak begitu banyak," kata Rini dalam diskusi virtual, Rabu (10/6).

Mereka, kata Rini, tak hanya berbicara masalah kesehatan mental akibat pandemi corona. Ada pula yang berkonsultasi terkait masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Advertisement

Merujuk data Komnas Perempuan dari Maret-April 2020, 80% responden perempuan pada kelompok berpenghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan mengalami KDRT. "Klien yang masuk tidak hanya Covid-19, tapi hal lain di luar itu, misalnya ketakutan KDRT dan lain-lain," kata Rini.

(Baca: Kebijakan Pemerintah Tentang Corona Dinilai Membingungkan Masyarakat)

(Baca: Kasus Baru Covid-19 Menanjak Setelah New Normal, Apa yang Terjadi?)

Lebih lanjut Rini menyebut, kondisi kesehatan jiwa dari orang-orang yang menggunakan layanan konseling rata-rata berada dalam emosi yang negatif. Mereka biasanya merasa cemas, khawatir, bingung, histeris, takut, marah, dan bingung.

Bahkan, ada orang yang merasa putus asa dan depresi. "Ada beberapa klien yang punya kecenderungan bunuh diri," kata Rini.

Dia pun menyebut orang dengan gangguan kesehatan jiwa itu biasanya mengalami susah tidur, letih, lesu, demotivasi, dan kelelahan. Kondisi ini, lanjutnya, membuat performa positif mereka tidak tercipta.

Padahal, mereka merupakan orang-orang dengan usia produktif. Atas dasar itu, Rini menyebut layanan konseling merupakan hal yang penting bagi mereka di tengah pandemi corona.

"Dari diskusi dengan klien,  kami bisa ketahui berat ringannya masalah mereka. Di situ kami bisa berikan informasi, bisa juga kami berikan layanan psikoedukasi," kata dia.

(Baca: Rekor 1.241 Kasus Baru Corona RI, Terbanyak Berasal dari Jawa Timur)

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait