Terawan Sebut Vaksin Nusantara Bisa Digunakan Anak-anak hingga Lansia

Vaksin Nusantara dalam proses tahap uji klinik fase kedua yang melibatkan
Image title
18 Februari 2021, 17:01
vaksin virus corona, terawan, covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, gerakan 3M, protokol kesehatan, kesehatan
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/hp.
Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Terawan menyebut vaksin virus corona bertajuk Vaksin Nusantara bisa digunakan untuk segala usia.

Tim peneliti dari PT. Rama Emerald Multi Sukses (Rama Pharma) bersama AIVITA Biomedical asal Amerika Serikat, dan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro mengembangkan vaksin virus corona bertajuk Vaksin Nusantara. Pengembangan vaksin itu juga melibatkan mantan Menteri Kesehatan Terawan Putranto.

Terawan  mengatakan bahwa Vaksin Nusantara bersifat personal dan efektif untuk segala usia, mulai dari anak-anak hingga di atas 60 tahun. Bahkan vaksin tersebut bisa digunakan oleh orang dengan penyakit penyerta (komorbid).

"Mudah-mudahan ada percepatan karena untuk vaksin ini harus ada extraordinary agar negara kita bisa sejajar dengan negara-negara produksi vaksin, hanya platform kita berbeda," kata Terawan di sela mendampingi kunjungan kerja anggota Komisi IX DPR RI di RSUP dr. Kariadi Semarang, Selasa (16/2).

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa kehadiran Vaksin Nusantara bukan sebagai saingan vaksin sebelumnya. Bahkan kerja sama pengembagan vaksin tersebut sudah dituangkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/2646/2020 tentang Tim Penelitian Uji Klinis Vaksin Sel Dendritik SARS CoV-2 pada tanggal 12 Oktober 2020. 

Adapun pengembangan Vaksin Nusantara telah melewati uji klinis fase pertama untuk mengetahui keamanan vaksin pada akhir Januari 2021. Hasilnya menunjukkan bahwa vaksin tersebut tidak menimbulkan keluhan berat pada 27 sukarelawan.

Vaksin tersebut pun masuk ke dalam proses uji klinis fase dua di Rumah Sakit Umum Pusat dr. Kariadi, Kota Semarang, Jawa Tengah. Seorang peneliti Yetty Movieta Nency mengatakan uji klinis fase akan melibatkan 280 sukarelawan.

Adapun tujuan dari uji klinis fase kedua untuk menentukan efektivitas vaksin. Sedangkan uji klinis  fase tiga guna menentukan pengaturan dosis untuk 1.600 sukarelawan vaksin.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendukung penuh pengembangan Vaksin Nusantara atau vaksin anti-COVID-19 yang saat ini dilakukan tim peneliti di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Kariadi, Kota Semarang. Bahkan dia menawarkan rumah sakit milik Pemprov Jateng untuk mempercepat proses penelitian vaksin. 

 

Dukungan penuh itu diberikan Ganjar karena melihat Vaksin Nusantara karya anak bangsa, apalagi vaksin itu dikembangkan di Jawa Tengah. Selain itu, sampel dari vaksin diambil dari orang Indonesia sehingga setidaknya ada karakter yang khas dari orang Indonesia dan DNA-nya juga tidak jauh berbeda.

Tak hanya Vaksin Nusantara, Ganjar juga menegaskan bahwa semua riset anak bangsa terkait dengan penanganan pandemi harus mendapat dukungan dan proteksi dari pemerintah. Seperti Vaksin Nusantara, Vaksin Merah Putih, GeNose dari UGM, dan pengembangan ventilator.

"Negara harus memproteksi ini sehingga kita bisa mandiri. Dengan begitu, kita tidak akan terus bergantung pada negara lain," kata Ganjar.

 

Reporter: Antara

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait