Perdana Melantai di Bursa, Harga Saham Oscar Living Dibuka Naik 3%

Cahya Puteri Abdi Rabbi
17 Mei 2022, 10:44
Oscar Living
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020).

PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk mulai melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (17/5) hari ini. Pada perdagangan perdananya, harga saham perusahaan furnitur dengan merek Oscar Living ini dibuka naik 3% atau 3 poin ke level Rp 103.

Sebelumnya, pada penawaran umum saham perdana, perseroan menawarkan harga Rp 100 per lembar saham.

Hingga pukul 09.30 WIB, harga saham emiten berkode OLIV ini bertahan di level Rp 103 per saham dan telah ditransaksikan sebanyak 17.925 kali dengan volume 204 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 21,25 miliar.

"Dengan terlaksananya IPO (initial public offering) ini, perseroan berharap untuk dapat terus menjadi pemimpin pasar pedagang furnitur khususnya secara online, serta mengambil bagian dalam industri ekonomi digital dan kreatif nasional," kata Presiden Direktur OLIV Hendro Jap dalam keterangan resminya, Selasa (17/5).

Hendro mengatakan, perseroan akan terus menambah berbagai produk-produk baru, baik merek maupun sub-kategori seperti laundry dan cleaning, furnitur bayi, dan furnitur berbahan plastik untuk melengkapi portfolio perseroan, sehingga dapat meningkatkan penjualan.

Perseroan menawarkan sebanyak 400 juta saham atau 21,10% dari total modal perusahaan dengan nilai nominal Rp 10 per saham. Dengan demikian, perusahaan berpotensi meraih dana segar sebesar Rp 40 miliar.

Bersamaan dengan IPO ini, perseroan juga menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 400 juta. Jumlah tersebut mewakili sekitar 26,67% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Perseroan akan menggunakan 11,78% dari dana hasil IPO untuk belanja modal terkait renovasi gudang dan memperkuat jaringan perdagangan produk-produk furnitur, dengan menambah armada own-fleet berupa truk. Kemudian, sekitar 88,22% akan digunakan oleh perseroan untuk modal kerja dalam bentuk pembelian persediaan, gaji karyawan, serta kegiatan pemasaran.

Sedangkan, dana yang diperoleh perseroan dari pelaksanaan Waran Seri I, akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja dalam bentuk pembelian persediaan, gaji karyawan, serta kegiatan pemasaran.

"Rencana penggunaan dana tersebut diharapkan dapat mendorong kinerja serta meningkatkan penjualan perseroan," ujar dia.

Oscar Living memulai bisnis sebagai sebuah perusahaan keluarga yang bergerak di bidang penjualan produk furniture dan dijalankan secara konvensional pada 1984.

Kemudian, tumbuh menjadi sebuah perusahaan berbadan hukum dengan nama PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera yang mulai beroperasi di tahun 2015 dan terus berkembang, serta memperluas usahanya dengan membuka pusat-pusat logistik baru di berbagai wilayah.

Sejak 2009, Oscar Living telah mengembangkan penjualan berbasis online. Hingga saat ini, perseroan telah melayani tidak kurang dari 1,5 juta pelanggan di seluruh Indonesia. Oscar Living juga memulai pengembangan bisnis melalui kerjasama dengan berbagai marketplace.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Lavinda

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...