Melesat di Debut Perdana, Mitra Pedagang Targetkan Laba Rp 20 Miliar

Nur Hana Putri Nabila
7 Februari 2024, 12:26
Melesat di Debut Perdana, Mitra Pedagang Targetkan Laba Rp 20 Miliar
Katadata/Hana
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX) resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (7/2). 

Perusahaan menjadi emiten ke-12 di bursa pada tahun ini dan menunjuk RHB Sekuritas Indonesia sebagai penjamin dan pelaksana emisi efek perseroan. 

Pada debut perdananya, saham MPIX melesat 34,29% hingga auto reject atas (ARA) ke level Rp 141 per lembar pada pukul 09.10 WIB. Volume saham yang diperdagangkan tercatat 93,36 juta dengan nilai transaksinya Rp 13,12 miliar. Sementara frekuensi perdagangannya tercatat sebanyak 5.069 kali. Adapun kapitalisasi pasar Mitra Pedagang Indonesia senilai Rp 1,23 triliun.

Perusahaan yang bergerak di bidang usaha penyedia platform digital untuk UMKM dan e-commerce ini mematok harga IPO Rp 268 per lembar. Nilai ini merupakan batas bawah dari harga bookbuilding di rentang Rp 268-278 per lembar.  MPIX akan melepas maksimal 312,5 juta lembar saham atau 20%. Sehingga dari aksi korporasi ini, perseroan bisa meraup dana segar sekitar Rp 80 miliar. 

Secara bersamaan, MPIX juga menerbitkan Waran Seri I sebanyak 156,25 juta atau sebesar 12,50% dari total jumlah saham. Setiap pemegang dua saham baru perseroan berhak memperoleh satu Waran Seri I.  Di mana setiap warannya memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 850. Total pelaksanaan Waran Seri I sebesar Rp 132,81 miliar. 

Direktur Utama Mitra Pedagang Indonesia, Abdul Muidz mengatakan MPIX fokus pada kolaborasi strategis dengan kemitraan penyaluran digital Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersama Bank Nobu. Rebranding dari "M-PULSA" menjadi "MPStore" mencerminkan komitmen perseroan untuk memberdayakan toko untuk meningkatkan UMKM. 

“Inovasi terus berlanjut dengan peluncuran menu agen logistik untuk UMKM, produk Mini ATM untuk mempermudah transaksi di wilayah pedesaan,” kata Abdul di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (7/2).

Ia mengatakan target laba naik 2,5% atau sebanyak Rp 20 miliar pada 2024 ini. Adapun target pendapatannya tumbuh sebanyak Rp 1,4 triliun. Sedangkan laba neto tahun berjalan perseroan tahun 2022 sebesar Rp 14,34 miliar. Secara total meningkat sebesar 306,95% atau Rp 10,81 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2021 yang sebesar Rp 3,52 miliar. Hal ini sebagian besar disebabkan adanya peningkatan pendapatan perseroan dalam tahun berjalan.

Sementara dana hasil IPO saham yang akan diterima oleh perseroan, setelah dikurangi biaya-biaya emisi yang berhubungan dengan penawaran umum, seluruhnya akan digunakan sebagai berikut: 

  • Sekitar 89% untuk pembiayaan modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan operasional perusahaan. Pembiayaan yang dimaksud termasuk namun tidak terbatas pada pembelian persediaan produk digital, gaji karyawan, biaya pemasaran, dan sewa server. 
  • Sekitar 11% akan digunakan untuk belanja modal atau capital expenditure (Capex) berupa renovasi dan sewa hub dalam rangka menunjang rencana jangka panjang perseroan. 

Sedangkan dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I selanjutnya akan dipergunakan untuk pembiayaan modal kerja dalam mendukung operasional perseroan berupa pembelian persediaan sebanyak 44%. Adapun sisanya digunakan untuk capex guna ekspansi bisnis, termasuk pembelian tanah, pembangunan kantor pusat, pengadaan perangkat komputer dan furnitur, serta kendaraan operasional.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Lona Olavia

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...