Wall Street Bergerak Beragam Terimbas Merosotnya Kepercayaan Konsumen AS
Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) bergerak bervariasi pada perdagangan Selasa (25/2). Kondisi ini terjadi seiring dengan sentimen investor yang mencermati kekhawatiran terkait pertumbuhan ekonomi AS dan perdagangan global.
S&P 500 melemah selama empat hari beruntun, turun 0,47% ke level 5.955,25. Nasdaq Composite merosot 1,35% ke 19.026,39, dengan saham Nvidia anjlok 2,8% dan memimpin penurunan di sektor teknologi.
Hal itu juga mendorong Nasdaq ke zona negatif sepanjang tahun ini. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average justru naik 159,95 poin atau 0,37% ke 43.621,16.
Melemahnya pasar AS setelah survei kepercayaan konsumen Conference Board menunjukkan hasil yang lebih rendah dari perkiraan ekonom. Sentimen negatif ini diperparah oleh data ekonomi yang mengecewakan pekan lalu, termasuk lemahnya angka manufaktur dan penjualan ritel, serta panduan bisnis yang berhati-hati dari Walmart, yang semakin memicu kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi dan daya beli konsumen.
"Kondisi ini menimbulkan keraguan terhadap fondasi utama yang menopang ekonomi AS dalam beberapa tahun terakhir, yakni kekuatan konsumen dan pasar tenaga kerja," ujar Ross Mayfield, Pakar Strategi Investasi di Baird Private Wealth Management, dikutip CNBC, Rabu (26/2).
Di samping itu, para investor beralih ke obligasi AS sebagai aset aman, mendorong imbal hasil obligasi acuan 10 tahun turun di bawah 4,3% dan ini level terendah sejak Desember. Imbal hasil obligasi dan harga terpantau bergerak berlawanan arah.
Bitcoin, yang kerap bergerak seiring pergerakan saham, jatuh di bawah US$ 90.000 ke level terendah dalam tiga bulan. Mata uang kripto ini kini hampir 20% lebih rendah dari rekor tertingginya yang tercapai pada Hari Pelantikan Presiden Donald Trump.
Saham bank-bank besar juga turut melemah pada Selasa di tengah meningkatnya kekhawatiran resesi. Goldman Sachs, Wells Fargo, dan JPMorgan Chase masing-masing turun lebih dari 1%.
Saham-saham momentum yang sebelumnya mendorong reli pasar juga tertekan. Selain Nvidia yang melemah, Palantir anjlok 3%, hingga mencatatkan penurunan sekitar 13% sepanjang pekan ini. Meta Platforms turun 1,6%, sementara Tesla, yang menjadi favorit investor ritel, merosot lebih dari 8%, menurunkan kapitalisasi pasarnya di bawah US$ 1 triliun.
Ketidakpastian pasar juga dipicu oleh kekhawatiran perdagangan AS. Presiden Trump mengumumkan pada Senin bahwa tarif impor dari Kanada dan Meksiko akan diberlakukan setelah moratorium 30 hari berakhir.
Selain itu, Gedung Putih tengah menyiapkan pembatasan lebih ketat terhadap ekspor semikonduktor ke Cina, Investor kini menantikan laporan keuangan kuartalan Nvidia yang dijadwalkan rilis pada Rabu setelah penutupan pasar. Saham perusahaan tersebut telah anjlok lebih dari 5% sepanjang 2025, tertinggal dari kinerja pasar secara keseluruhan.
