Analis Optimistis IHSG Bisa Bangkit Meski Longsor 8% Ytd, Kembali ke Rp 7.000?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau lesu pada perdagangan saham hari ini, Kamis (27/2). Dalam perdagangan intraday, IHSG anjlok hingga menyentuh level 6.443.
Merujuk data penutupan perdagangan, IHSG merosot 1,83% atau 120,72 poin ke level 6.485. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham sebesar Rp 12,99 triliun dengan volume 18,87 miliar saham.
BEI juga mencatat adanya frekuensi transaksi sebanyak 1,14 juta kali. Sebanyak 196 saham menguat, 413 saham terkoreksi, dan 184 saham tidak bergerak. Adapun kapitalisasi pasar IHSG sore ini sebesar Rp 11.260 triliun.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), Philmon Samuel Tanuri, menjelaskan anjloknya IHSG sebagian besar disebabkan oleh aksi jual investor asing. Data BEI menunjukkan net sell sejak awal tahun menyentuh Rp 16,8 triliun.
Meski begitu, ia optimistis IHSG bisa naik kembali ke 7.000 seperti awal 2025. “Semoga, kami lumayan yakinlah dengan market RI,” kata Philmon kepada wartawan di Jakarta, Kamis (27/2).
Menurut Pilmon, apabila melihat tren penurunannya, IHSG anjlok dalam seminggu terakhir hingga 4,46%. Tak hanya itu, dalam sebulan terakhir terkoreksi 8,31%, dan secara year to date (ytd) tergelincir hingga 8,40%,
Ia menilai potensi IHSG bangkit lagi bisa terjadi melihat rekam jejak pasar saham Indonesia selama ini. Philmon mencontohkan, sejauh ini kinerja saham Trimegah masih sejalan dengan tahun sebelumnya, meskipun terdapat volume perdagangan sedikit turun.
Investor Asing Tarik Rp 16,8 Triliun dari Bursa
Merujuk data perdagangan di BEI dalam sepekan terakhir aksi jual saham atau net sell investor asing di bursa saham masih tinggi. Secara keseluruhan dalam sepekan, investor asing tercatat melakukan net sell hingga Rp 6,88 Triliun.
Bila ditarik rentang yang lebih panjang, sejak awal tahun net sell asing di bursa efek Indonesia sudah mencapai Rp 16,78 triliun. Aksi jual investor asing ini banyak tercatat pada saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) juga banyak dilepas dan menjadi pemberat IHSG.
Statistik perdagangan harian BEI juga menunjukkan saham-saham blue chip penghuni LQ45 secara keseluruhan telah turun -9,55% sejak awal tahun atau year to date. Begitu pula dengan saham-saham IDX Quality30 turun 10,27%.
Saham-saham pembagi dividen yang tergabung dalam IDX High Dividend 20 yang biasanya naik di momen rilis laporan kinerja keuangan juga ikut turun 8,51%. Penurunan terbesar secara ytd terjadi pada IDX Cyclical Economy dengan penurunan 10,54%.
