Bursa Saham Asia Pasifik Jeblok Pagi Ini Imbas Kebijakan Tarif Trump
Bursa saham Asia Pasifik rontok pada perdagangan Jumat (4/4), mengikuti penurunan tajam pada Wall Street usai penetapan kebijakan tarif resiprokal Trump pada Rabu (2/4) waktu setempat.
Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,62%, Nikkei 225 Jepang turun 2,29%, dan STI Index Singapira 1,7%. Sedangkan indeks Kospi di Korea Selatan turun 0,15%.
Mengutip CNBC, bursa saham Hong Kong dan Cina masih ditutup karena Festival Qingming. Sedangkan Korea Selatan tengah dalam pergolakan nasional. Putusan Mahkamah Konstitusi Koresel akan keluar pada Jumat (5/4) terkait pemberhentian Presiden Yoon Suk Yeol yang sebelumnya dimakzulkan. Jika ia diberhentikan dari jabatannya, maka pemilihan umum harus diadakan untuk memilih presiden berikutnya dalam 60 hari ke depan.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal kepada 180 negara dan wilayah yang meningkatkan risiko perang dagang global. Nilainya berkisar antara 10-39% pada Rabu (3/4) waktu setempat.
Dalam waktu semalam, tiga indeks utama anjlok. S&P 500 kembali merosot ke wilayah koreksi, turun 4,84% menjadi 5.396,52. Dow Jones Industrial Average anjlok 1.679,39 poin, atau 3,98%, hingga ditutup pada 40.545,93 dan Nasdaq Composite turun 5,97% hingga berakhir pada 16.550,61. Ini adalah penurunan terbesar sejak Maret 2020.
