Elnusa Catat Laba Bersih Rp 187 M di Kuartal 1 2025, Naik 2% dari Perolehan 2024
PT Elnusa Tbk (ELSA), mencatatkan laba bersih sebesar Rp 187 miliar sepanjang kuartal 1 2025. Perolehan laba ini naik tipis 2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Laba bersih tercatat Rp 187 miliar, meningkat 2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 183 miliar. Hal ini mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam menjaga kinerja keuangan di tengah dinamika industri," ujar Direktur Keuangan Elnusa, Stanley Iriawan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (29/4).
Sepanjang kuartal 1 2025, Elnusa juga mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 3,73 triliun atau tumbuh 20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,11 triliun. Pertumbuhan pendapatan ini didorong oleh peningkatan performa dari seluruh segmen bisnis.
Pada segmen jasa hulu migas terintegrasi, didorong khususnya dari kegiatan Seismik, dan bisnis Engineering, Procurement, Construction, Operation & Maintenance (EPCOM). Sedangkan, pada segmen penjualan barang dan jasa distribusi dan logistik energi didorong oleh peningkatan volume penjualan BBM Industri dan juga jasa transportasi BBM.
Pada sisi profitabilitas, Elnusa mencatatkan EBITDA sebesar Rp395 miliar, meningkat 6% dibandingkan tahun lalu senilai Rp372 miliar, dengan margin EBITDA sebesar 10,6%.
"Pencapaian kinerja solid Elnusa pada kuartal pertama tahun ini merupakan bukti keberhasilan strategi diversifikasi portofolio layanan bisnis, fokus pada efisiensi operasional, serta kesiapan perusahaan dalam menangkap berbagai peluang baru di sektor energi nasional. Kami berkomitmen untuk terus aktif berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional dan mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," kata Stanley.
Berdasarkan kinerja per segmen bisnis, jasa hulu migas terintegrasi mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,29 triliun atau tumbuh 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,21 triliun, dengan perolehan EBITDA sebesar Rp 148 miliar atau meningkat 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 140 miliar.
Segmen penjualan barang dan jasa distribusi dan logistik energi juga menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 23%, dari sebelumnya Rp 1,67 triliun kini mencapai Rp 2,05 triliun. Sementara itu, jasa penunjang migas mencatatkan pertumbuhan pendapatan tertinggi, yakni sebesar 52%, dari sebelumnya Rp 342 miliar menjadi Rp 521 miliar.
"Dengan pondasi keuangan yang solid, portofolio layanan yang terdiversifikasi, serta strategi investasi yang terarah, Elnusa optimis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan positif di tahun 2025. Melalui inovasi, efisiensi, dan adaptasi terhadap dinamika industri, Elnusa siap melangkah lebih jauh dalam menghadirkan solusi total jasa energi yang terpercaya," jelasnya.
