Bos HERO Bocorkan Strategi Poles Kinerja Saat Laba Guardian-IKEA Susut Kuartal I

Karunia Putri
5 Mei 2025, 15:33
Presiden Direktur Utama HERO Hadrianus Wahyu Trikusumo, Senin (5/5)
Katadata / Karunia Putri
Presiden Direktur Utama HERO Hadrianus Wahyu Trikusumo, Senin (5/5)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) perusahaan induk dari merek ritel Guardian dan IKEA Indonesia membukukan penurunan laba sebesar 79% pada kuartal pertama 2025. Laba bersih yang dibukukan awal tahun ini sebesar Rp 27 miliar merosot dari Rp 132 miliar pada periode yang sama secara year on year (yoy).

Pada saat bersamaan, perusahaan yang dulu dikenal sebagai PT Hero Supermarket Tbk ini mencatatkan kenaikan pendapatan bersih sebesar 13% menjadi Rp 1,21 triliun hingga Maret 2025 dari sebelumnya Rp 1,07 triliun pada 31 Maret 2024. Kinerja pendapatan ini didorong oleh lonjakan penjualan selama periode lebaran dari lini bisnis Guardian.

Presiden Direktur Utama HERO Hadrianus Wahyu Trikusumo mengatakan tekanan kinerja perusahaan di kuartal pertama 2025 meningkatkan manajemen untuk beradaptasi dengan ekspektasi konsumen yang terus berkembang. 

“Tidak cukup hanya menawarkan produk, kami harus mampu memberikan nilai, kemudahan, serta pengalaman yang relevan,” kata Hadrianus saat pergelaran Media Briefing di Graha HERO, Banten Senin (5/5).

Wahyu menyatakan, pasca pandemi covid-19, tingkat pembelian konsumen menurun. Terlebih, kini para pelanggan lebih senang berbelanja di e-commerce. Oleh sebab itu, ia menyatakan bahwa akan melakukan ekspansi ke ranah digital. 

“Perusahaan tetap menjaga stabilitas operasional sambil menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang terus berubah,” kata Wahyu.

Wahyu mengakui bahwa perusahaan ritel sedang dihadapkan pada masalah perubahan perilaku konsumen hingga tekanan inflasi. Sementara itu, ia menjelaskan kontribusi pendapatan terbesar HERO masih digenggam oleh Guardian. IKEA tetap menyumbangkan pendapatan namun tidak segemilang unit bisnis oren tersebut.

Strategi HERO Hadapi Tekanan 

Menanggapi tantangan tersebut, Wahyu memaparkan strategi jangka pendek dan menengahnya. IKEA Indonesia akan memperkuat performa toko melalui optimalisasi tata letak dan perluasan segmen online. Sementara Guardian akan terus memperluas kehadiran omnichannel atau mengintegrasikan saluran komunikasi bisnis offline dan online.

“Kami tetap akan melakukan ekspansi namun secara selektif. Fokus kami tetap pada memperkuat infrastruktur digital, meningkatkan efisiensi, serta memberikan nilai tambah yang konsisten bagi pelanggan,” ucap Wahyu.

Wahyu menjelaskan, meski pembelanjaan via daring memberi pemasukan yang solid, Wahyu menekankan bahwa keberadaan toko fisik tetap memegang peran penting dan tidak dapat diabaikan. Ia pun menyampaikan bahwa peningkatan transaksi melalui kanal online memang besar, namun tidak mengurangi pendapatan dari toko-toko offline.

“Kontribusi penjualan online cukup signifikan terhadap perkembangan bisnis kami. Tapi bukan berarti kontribusi toko fisik kecil, tetap besar. Banyak pelanggan masih ingin datang langsung, melihat, bahkan mencoba produk, terutama untuk produk seperti kecantikan di Guardian atau furniture di IKEA,” kata Wahyu.

Terkait ekspansi, Wahyu menjelaskan bahwa HERO tidak menetapkan fokus pada wilayah geografis tertentu. “Kami tidak menyebut secara spesifik area mana yang dibidik. Namun tim kami terus memantau potensi pasar di berbagai lokasi. Jika sebuah area dinilai layak, maka akan dipertimbangkan untuk pembukaan toko baru,” jelasnya.

Optimalisasi Sewa 9 Lokasi Giant

Saat ini, perusahaan tengah menawarkan sekitar 8 hingga 9 lokasi properti supermarketnya yang telah ditutup, Giant. Hal ini dilakukan untuk dimanfaatkan oleh pihak lain juga mengurangi beban pengeluaran dari properti kosong yang tetap membutuhkan biaya pemeliharaan.

“Kalau properti dibiarkan kosong, tetap ada biaya maintenance. Kalau bisa dijual atau dimanfaatkan pihak lain, tentu akan saling menguntungkan dan bisa mengurangi liabilitas kami,” ujarnya.

Sementara itu, HERO juga optimistis dapat mencatat pertumbuhan penjualan dua digit pada tahun ini. Wakyu optimis akan ekspektasi peningkatan lebih lanjut di kuartal-kuartal berikutnya, termasuk pada kuartal IV yang biasanya terdorong oleh musim belanja akhir tahun dan momen Lebaran.

Namun, terkait kebijakan strategis seperti dividen atau aksi korporasi lainnya, perusahaan belum dapat memberikan kepastian dan menyerahkannya kepada keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni mendatang.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...