IHSG Diramal Menguat, Saham ADRO, AKRA, ANTM dan BBRI Jadi Rekomendasi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat pada perdagangan saham awal pekan, Senin (25/5). Sebelumnya IHSG ditutup menguat 0,66% ke level 7.214 pada perdagangan Jumat (23/5).
Analis BinaArtha Ivan Rosanova meramal IHSG akan melanjutkan tren naik menuju Rp 7.345 apabila berhasil menembus di atas resistance terdekat, yakni 7.261. Meski begitu, Ivan mengatakan potensi terbentuknya pola ending diagonal yang artinya ada risiko koreksi jika IHSG tetap berada di bawah 7261.
Ia pun memprediksi level support IHSG berada di 7.109, 7.055, 6.929 dan 6.811, sementara level resistance di 7.261, 7.345 and 7.444.
“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish,” kata Ivan dalam risetnya dikutip Senin (26/5). MACD atau Moving Average Convergence Divergence adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah tren harga saham.
Sementara itu, support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.
Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.
Seiring dengan prediksi Ivan, ia merekomendasikan beberapa saham yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini, yakni:
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
- PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
- PT Astra International Tbk.(ASII)
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
Di sisi lain, analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan IHSG terbatas atau konsolidasi di kisaran 7.200 hingga 7.300 pada pekan ini. Ia mengatakan, secara teknikal, indikator menunjukkan saat ini pasar masih berada pada titik yang cukup tinggi (overbought), namun belum ada tanda-tanda kuat bahwa arah pergerakan akan berbalik turun. Volatilitas pasar juga tergolong tinggi. Artinya pergerakan harga masih cukup aktif dan ada peluang kenaikan lanjutan dalam jangka pendek.
Sinyal dari MACD menunjukkan tren positif masih berlanjut dan volume transaksi juga menandakan minat beli yang cukup kuat dari investor.
Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai kemungkinan aksi ambil untung, terutama menjelang libur panjang akhir pekan. Hal ini bisa menekan pergerakan indeks secara sementara.
Pada pekan ini, berbagai negara akan merilis data indikator ekonomi utama (key economic indicators) untuk mengukur kesehatan ekonomi. Seperti pemerintah Indonesia berencana mengumumkan langkah stimulus pada 5 Juni 2025 untuk mendorong aktivitas ekonomi. Adapun Amerika Serikat akan merilis data durable goods orders, S&P Case Shiller Home Price, consumer confidence, Core PCE price index, serta FOMC.
Sementara itu, Jerman akan merilis consumer confidence, unemployment rate dan retail sales. Kemudian Jepang akan merilis data consumer confidence, unemployment rate, industrial production dan retail sales. Sedangkan dari Tiongkok akan merilis data NBS Manufacturing.
Ratna merekomendasikan saham-saham berikut:
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
- PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
- PT Astra Otoparts Tbk (AUTO)
- PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB)
Di lain sisi, CGS International Sekuritas Indonesia juga memberikan rekomendasi saham-saham yang dapat dipantau, yakni:
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)
- PT Indosat Tbk (ISAT)
- PT Mayora Indah Tbk (MYOR)
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
