IHSG Melemah Imbas Aksi Ambil Untung Investor, Harga Saham TPIA dan ARTO Rontok
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup merosot 0,36% atau 25,80 poin ke level 7.188 pada perdagangan saham, Senin (26/5) sore.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham siang ini sebesar Rp 14 triliun dengan volume 35,55 miliar saham. Sementara itu frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,41 juta kali.
Sebanyak 225 saham menguat, 414 saham terkoreksi, dan 170 saham tidak bergerak. Selanjutnya kapitalisasi pasar IHSG sore ini sebesar Rp 12.489 triliun.
Di samping itu, dari sebelas sektor yang ada di BEI, tujuh sektor terpantau anjlok. Sektor yang mencatat penurunan terbesar yakni teknologi yang merosot 2,05%.
Saham di sektor tersebut yang berada di zona merah yakni PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terperosok hingga 5,56% ke level Rp 68 per lembar saham.
Di sisi lain, bursa saham Asia didominasi menurun. Indeks Hang Seng turun 1,35%, Shanghai Composite tergelincir tipis 0,05%, hingga Straits Times terkoreksi 0,18%. Sebaliknya Nikkei naik 1%.
Daftar saham top gainers hari ini
- PT Bumi Resources Tbk (BRMS) naik 9,38% ke Rp 420
- PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) naik 5,77% ke Rp 2.750
- PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) naik 9,09% ke Rp 60
Daftar saham top losers hari ini:
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 7,58% ke Rp 9.750
- PT Bank Jago Tbk (ARTO) turun 6,93% ke Rp 1.880
- PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) turun 5,60% ke Rp 1.180
Aksi Ambil Untung Investor
Tim analis Phintraco Sekuritas menilai turunnya IHSG menjelang libur panjang atau long weekend dipengaruhi oleh aksi ambil untung dari para investor. Secara teknikal, indikator stochastic juga mengindikasikan kondisi overbought, sehingga berpotensi terjadi pembalikan arah pada pergerakan indeks.
“Selain itu terjadi kenaikan volume jual sehingga diperkirakan IHSG masih berpeluang koreksi dan menguji support di 7.100,” tulis tim analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin (26/5).
Seiring dengan hal itu, Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut terdapat beberapa katalis positif yang dapat menopang pasar, seperti arus masuk dana asing (capital inflow) dan rencana pemerintah untuk memberikan stimulus fiskal guna mendorong pertumbuhan ekonomi.
Bank Indonesia melaporkan pada periode 19–22 Mei 2025, aliran modal asing ke pasar keuangan dalam negeri mencapai Rp14,73 triliun. Adapun dari sisi fiskal, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa pemerintah berencana menurunkan biaya transportasi, termasuk tiket kereta api, pesawat, kapal ferry, dan tarif tol.
“Serta menurunkan tarif listrik hingga 50% selama musim liburan sekolah pada Juni–Juli 2025 guna mendorong peningkatan konsumsi masyarakat,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Senin (26/5).
