Ray Dalio Bahas Kaitan Meritokrasi dan Korupsi
Ray Dalio menyinggung perihal meritrokasi di tengah kabar batalnya miliarder ini masuk jajaran Dewan Penasihat Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara alias Danantara.
“Jangan gunakan pengaruh Anda untuk mendapatkan pekerjaan,” tulis Dalio dalam akun resmi media sosial instagram resminya @raydalio, Rabu (28/5).
Menurut dia, tidak sepatutnya seseorang menggunakan pengaruh pribadi untuk membantu orang lain mendapatkan pekerjaan. Tindakan semacam itu merusak prinsip meritokrasi atau sistem yang mengutamakan kemampuan dan prestasi.
Ia menilai, cara seperti ini merugikan semua pihak. Pencari kerja terlihat tidak layak, pihak perekrut kehilangan kewenangan, dan si pemberi pengaruh dinilai mengutamakan kedekatan pribadi dibanding kemampuan.
“Ini adalah bentuk korupsi yang berbahaya dan tidak boleh ditoleransi. #prinsiphariini,” kata Dalio.
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Rosan Roeslani sebelumnya merespons kabar batalnya miliarder dunia Ray Dalio masuk dalam jajaran Dewan Penasihat. Rosan memastikan hingga kini, Ray masih berada dalam struktur Danantara.
“Kemarin baru ketemu sama timnya, baru zoom juga. Enggak ada itu,” ujar Rosan di Istana Negara, Rabu (28/5).
Hingga saat ini, menurut dia, tim Danantara masih intens berkomunikasi dengan pendiri Bridgewater Associates mengenai berbagai hal seputar Danantara. Komunikasi yang terjadi menurut dia berjalan dengan lancar.
"Kami masih komunikasi, kemarin dan bulan lalu juga ketemu," ujar Rosan lagi.
Adapun kabar soal batalnya Ray Dalio bergabung dalam jajaran Dewan Penasihat Danantara diungkap oleh salah seorang sumber. Mengutip pemberitaan Bloomberg, Ray disebut memilih mundur atas alasan pribadi.
Kabar mundurnya Ray Dalio muncil saat Danantara menggencarkan langkah untuk memulai investasi. Danantara saat ini sudah mengantongi dana hingga Rp 71.38 triliun yang bersumber dari dividen 8 Badan Usaha Milik Negara. Masih ada 10 BUMN lainnya yang belum mengumumkan pembagian dividen dari tahun buku 2024.
Nama Ray Dalio sebelumnya disebut masuk dalam daftar Dewan Penasihat bersama beberapa tokoh global lainnya seperti mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra dan Ekonom dan Direktur Center for Sustainable Development di Universitas Columbia, Jeffrey Sachs.
Menurut Rosan, masuknya sejumlah nama besar diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor global terhadap Danantara. "Untuk mendapatkan orang-orang yang terpilih kompetensinya, track record jelas ini tidak mudah," kata Rosan sebulan setelah peluncuran Danantara.
