Pandu Sjahrir Ungkap Skema Danantara Pangkas BUMN, dari 889 Bakal Tinggal 200-an

Ira Guslina Sufa
4 Juli 2025, 14:27
Danantara
Katadata/Fauza Syahputra
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Patria Sjahrir menyampaikan paparan saat konferensi pers \"Meet The Team Danantara Indonesia\" di Jakarta, Senin (24/3/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Pandu Sjahrir mengatakan lembaga investasi itu ingin menyatukan 889 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah satu komando Danantara. Menurut Pandu upaya itu kini tengah disiapkan dengan serius. 

Pandu mengatakan Danantara menargetkan dapat melakukan konsolidasi bisnis dari sebanyak 889 perusahaan BUMN yang ada saat ini menjadi hanya di bawah 200-an perusahaan. Ia mengatakan sejak berdiri Danantara telah melakukan berbagai kerja sama investasi dengan negara lain, hingga melakukan aksi korporasi dengan memberikan modal usaha bagi perusahaan BUMN.

“Di Danantara ini sekarang semua 889 perusahaan sedang kita fokus untuk bisa menjadi semacam satu komando, tidak lagi hanya melihat 'urusan saya (sendiri)', tapi bagaimana bisa saling kerja sama,” ujar Pandu dalam Forum Ekonomi & Keuangan Digital oleh Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) di Jakarta, Jumat (4/7). 

Ia mengatakan satu komando di bawah Danantara Indonesia itu ditujukan untuk mempermudah konsolidasi dan kerja sama. Hal itu merupakan upaya bersama mencapai target pertumbuhan sebesar 8% year-on-year (yoy), sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Sekarang adalah waktu yang pas untuk tidak lagi hanya memikir peran kita saja, tapi memikirkan Indonesia secara keseluruhan,” ujar Pandu lagi.

Menurut Pandu, saat ini Danantara Indonesia telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan Arab Saudi yaitu ACWA Power. Kerja sama itu membawa total pendanaan proyek hingga 10 miliar dolar AS atau setara Rp 162,36 triliun. 

Danantara Indonesia bersama Qatar Investment Authority (QIA) telah menjalin kemitraan strategis untuk mengelola dana investasi senilai 4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) yang ditujukan untuk pembangunan di Indonesia. Dari sisi aksi korporasi, Danantara Indonesia telah memberikan pinjaman pemegang saham (shareholder loan) senilai Rp6,65 triliun kepada PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk.

Dengan perusahaan swasta, Danantara Indonesia dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) bekerja sama untuk mendukung pengembangan pabrik chlor alkali ethylene dichloride (CA-EDC) dengan investasi mencapai 800 juta dolar AS atau Rp 13 triliun.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...