Geliat Emiten CPO Sumber Tani (STAA) Saat Catat Laba Naik 55%, Apa Penopangnya?
Emiten yang bergerak di bidang kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO), PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) meraup laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 656,73 miliar semester pertama 2025. Torehan itu naik 55,2% secara year on year (yoy) dari periode yang sama sebelumnya Rp 423,27 miliar pada 2024.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan penjualan bersih Sumber Tani Agung Resources mencapai Rp 3,58 triliun. Angka itu juga naik 33,2% yoy dari periode yang sama tahun lalu Rp 2,69 triliun.
Secara rinci, penjualan STAA berasal dari tiga pelanggan utama, yakni PT Pelita Agung Agrindustri, PT Pacific Indopalm Industries, dan PT Sukajadi Sawit Mekar, masing-masing berkontribusi sekitar 10%. Sebaliknya, kontribusi PT Sinar Alam Permai turun dari 14,9% menjadi 7,87%.
“Dengan dukungan fasilitas hilir yang baru dan struktur keuangan yang solid, kami optimistis STAA mampu memaksimalkan peluang pasar dan terus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Head of Investor Relations Sumber Tani Agung Resources, Kevin Wijaya, Selasa (22/7).
STAA juga mencatatkan EBITDA sebesar Rp1,14 triliun, dengan margin EBITDA tetap sehat berkat efisiensi biaya dan optimalisasi proses produksi. Kemudian laba usaha tercatat sebesar Rp 966,74 miliar sepanjang Januari–Juni 2025.
Dari sisi neraca, total aset perusahaan sawit itu mencapai Rp 8,35 triliun per 30 Juni 2025, naik dari Rp 8,08 triliun di akhir 2024. Ekuitas tumbuh menjadi Rp 5,96 triliun. Struktur permodalan juga tetap sehat, tercermin dari rasio Debt-to-Asset sebesar 0,29 dan Debt-to-Equity 0,40, memberikan ruang yang cukup untuk ekspansi jangka panjang.
Secara operasional, produksi tandan buah segar (TBS) naik 4,8% secara tahunan menjadi 275.248 ton, ditopang peningkatan produksi dari kebun inti dan plasma. Yield per hektar juga tumbuh, menandakan efektivitas praktik agronomi berkelanjutan dan program peremajaan.
Sejalan dengan kinerja perusahaan, demi memperkuat rantai pasok, Sumber Tani Agung Resources mulai mengoperasikan pabrik refinery barunya pada Juli 2025. Fasilitas ini memperluas kemampuan perusahaan dalam mengolah produk turunan kelapa sawit secara mandiri.
“Inisiatif ini diproyeksikan tidak hanya memperkuat margin profitabilitas, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas, terutama pada segmen ekspor dan produk turunan,” ucap Kevin.
