Wall Street Anjlok Imbas Rencana Tarif Baru Trump dan Lemahnya Data Ekonomi AS

Nur Hana Putri Nabila
6 Agustus 2025, 06:35
Wall Street
Wall Street
Wall Street
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) turun pada perdagangan saham hari Selasa (5/8) seiring kekhawatiran pasar atas melambatnya data ekonomi dan rencana tarif baru dari Presiden AS Donald Trump. S&P 500 turun 0,49% ke 6.299,19, lalu Nasdaq Composite melemah 0,65% ke 20.916,55. Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,14% atau 61,90 poin ke level 44.111,74.

Pelemahan ini terjadi di tengah volatilitas pasar dalam beberapa hari terakhir. Pada Jumat sebelumnya, Dow sempat turun lebih dari 500 poin akibat laporan tenaga kerja yang mencatatkan pelemahan berkelanjutan di sektor ketenagakerjaan. Indeks ini sempat pulih pada Senin dengan lonjakan hampir 600 poin, namun kembali terkoreksi pada Selasa.

Salah satu faktor pemicu tekanan pasar adalah stagnannya Indeks Layanan ISM pada Juli. Hal ini memunculkan kekhawatiran investor terkait stagflasi, yaitu kondisi inflasi tinggi yang disertai melemahnya pertumbuhan ekonomi.

Sektor jasa menyumbang sekitar 70% terhadap PDB AS, sehingga perlambatan di sektor ini dapat menjadi sinyal peringatan bagi kondisi ekonomi ke depan. Saham juga tertekan oleh pernyataan Trump bahwa tarif atas chip dan obat-obatan akan segera diberlakukan. Ia juga mengatakan kebijakan tersebut akan diumumkan dalam waktu sepekan.

“Kami akan mengumumkan kebijakan terkait semikonduktor dan chip, yang merupakan kategori terpisah, karena kami ingin produk tersebut diproduksi di AS,” kata Trump, dikutip CNBC pada Rabu (6/8).

Pernyataan Donald Trump turut menambah tekanan di pasar. Ia menyebut pemerintah akan segera mengumumkan kebijakan tarif baru untuk produk semikonduktor dan obat-obatan. “Kami ingin produk ini diproduksi di Amerika Serikat,” ujar Trump, seraya menambahkan bahwa kebijakan tersebut akan diumumkan dalam waktu sepekan.

Di tengah tekanan pasar, beberapa saham mencatatkan pergerakan signifikan. Saham Palantir Technologies melonjak 7,9% usai perusahaan teknologi pertahanan tersebut raup pendapatan lebih dari US$ 1 miliar untuk pertama kalinya.

Sementara itu, saham Caterpillar stagnan usai laporan keuangan kuartalannya tidak memenuhi ekspektasi pasar. Saham Eaton anjlok hingga 7% setelah menyampaikan proyeksi kinerja yang mengecewakan.

Kepala strategi ekuitas U.S. Bank Asset Management, Terry Sandven, menilai koreksi pasar hari ini merupakan bagian dari fase konsolidasi.

“Jelas, valuasi saat ini tinggi. Ini bukan pasar yang murah,” ucap Sandven. 

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...