Bocoran Emiten Suami Puan RAJA: Akuisisi Bisnis LNG Usai Divestasi Saham RATU

Ira Guslina Sufa
6 Agustus 2025, 07:24
Saham
Katadata
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), milik Hapsoro Sukmonohadi alias Happy Hapsoro, berencana membawa anak usahanya, Raharja Energi Cepu (RATU), melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema initial public offering (IPO).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten energi yang dikendalikan oleh Hapsoro Sukmonohadi alias Happy Hapsoro, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menyiapkan langkah strategis dalam memperkuat portofolio bisnisnya. Di tengah kenaikan tipis pendapatan sepanjang kuartal II-2025, emiten milik suami Ketua Dewan Perwakilan Rakyat  (DPR) Puan Maharani mengumumkan rencana akuisisi. 

Dalam penjelasan terbaru, manajemen menyatakan RAJA tengah menyiapkan rencana akuisisi perusahaan infrastruktur LNG.  Aksi ini dilakukan setelah emiten Happy Hapsoro ini melakukan divestasi saham anak usaha PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) pada awal tahun lewat initial public offering (IPO). 

Direktur Utama RAJA Djauhar Maulid mengatakan langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk memperkuat struktur keuangan. Ia menyebutkan perusahaan juga fokus mendorong ekspansi berkelanjutan di sektor energi.

Menurut Djauhar untuk mencapai target, perseroan telah mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 70 juta untuk tahun 2025. Adapun realisasi capex mencapai US$ 20 juta atau 29% dari total alokasi hingga kuartal II-2025.

“Penyerapan capex difokuskan pada proyek-proyek strategis, di antaranya pembangunan kompresor di Sengkang, Sulawesi Selatan, pembangunan pipa BBM Tanjung Batu-Samarinda, serta pengembangan pipa di wilayah Jawa Barat,” ujar Djauhar.

Ia melanjutkan, untuk memastikan target perseroan telah menyusun dan merencanakan strategi bisnis komprehensif pada semester II-2025. Salah satu fokus utama yaitu pengembangan sektor bisnis midstream dan downstream.

Dalam sektor midstream, perseroan telah merencanakan akuisisi beberapa perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur LNG. Saat ini aksi akuisisi sudah memasuki tahap finalisasi dan diperkirakan akan selesai pada kuartal ketiga tahun ini.

Sementara itu, untuk sektor downstream, proses due diligence sedang berlangsung dengan harapan dapat selesai dan mencapai finalisasi pada akhir tahun 2025.

Djauhar berharap strategi ini dapat memberikan dampak positif signifikan terhadap perluasan dan penguatan posisi pasar perseroan di sektor energi, khususnya dalam mendukung keberlanjutan dan pengembangan jaringan infrastruktur dan distribusi gas.

Kinerja dan Prospek Bisnis RAJA 

Merujuk laporan keuangan perusahaan, RAJA mencatatkan pendapatan sebesar US$ 127 juta pada kuartal II-2025. Jumlah ini meningkat dibandingkan sebesar US$ 123 juta pada periode sama tahun sebelumnya. Djauhar menyebut kenaikan pendapatan didorong oleh meningkatnya volume penjualan gas, dan kontribusi dari operasional jaringan pipa transmisi gas di Perawang, Riau.

“Serta pendapatan tambahan yang diperoleh dari bisnis operation and maintenance (O&M) di Ubadari, Papua Barat,” ujar Djauhar seperti dikutip Rabu (6/8). 

Pada kuartal II- 2025, perseroan mencatatkan laba bersih yang turun 4 persen (yoy) menjadi US$ 15,3 juta, dari sebelumnya sebesar US$ 16 juta pada periode sama tahun sebelumnya. Adapun, laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk menurun 20 persen (yoy) menjadi US$ 11,3 juta pada kuartal II- 2025, dari sebesar US$ 14,2 juta pada periode sama tahun sebelumnya.

Djauhar mengatakan penurunan laba perseroan terutama dipengaruhi oleh divestasi saham pada anak usaha yaitu PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), yang telah melaksanakan Intial Public Offering (IPO) pada awal tahun 2025.

“Langkah divestasi ini merupakan strategi perseroan untuk memperkuat struktur keuangan dan mendukung ekspansi berkelanjutan, serta memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mendanai proyek-proyek masa depan,” ujar Djauhar.

Meskipun terjadi penyesuaian terkait perubahan kepemilikan. Ia mengatakan divestasi memberikan peluang bagi RATU untuk berkembang lebih mandiri dan menciptakan landasan yang lebih kokoh untuk pertumbuhan jangka panjang perseroan.

Dengan kinerja kuartal II-2025, Djauhar tetap optimistis perseroan dapat mencapai target yang telah ditentukan pada akhir 2025, dan berupaya untuk mencatatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila, Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...