Manuver Emiten Hashim Adik Prabowo (WIFI): Deretan Akuisisi Perkuat Ekspansi
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge kembali melakukan langkah ekspansif melalui aksi akuisisi strategis. Perusahaan infrastruktur telekomunikasi yang terafiliasi dengan pengusaha Hashim Djojohadikusumo ini, melalui anak usahanya PT Jaringan Infra Andalan (JIA), menggelontorkan dana Rp 599 miliar untuk mengambil alih saham PT Investasi Jaringan Nusantara (IJN).
Langkah ini diharapkan memperkuat jaringan bisnis sekaligus memperluas cakupan layanan grup di sektor telekomunikasi dan infrastruktur digital. Aksi tersebut dilakukan WIFI untuk menunjang perluasan dan ekspansi Grup WIFI ke depannya.
Aksi korporasi tersebut menambah daftar manuver akuisisi JIA dalam beberapa pekan terakhir. Pada 21 Juli lalu, anak usaha WIFI ini juga mengakuisisi PT Garuda Prima Internetindo (GPI) senilai Rp 250 miliar.
Rangkaian akuisisi ini mencerminkan strategi agresif grup dalam memperluas portofolio dan kapasitas bisnis, yang sejalan dengan lonjakan kinerja keuangan WIFI pada semester II 2025, di mana laba bersih melesat 155% secara tahunan.
“Berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham tanggal 04 Agustus 2025 dan 05 Agustus, pemegang saham IJN mengalihkan sahamnya kepada JIA,” kata Shannedy dalam keterbukaan informasi dikutip Senin (11/8).
Dalam keterbukaan informasi yang berbeda, Shannedy mengatakan perjanjian jual beli saham tersebut dilakukan oleh Novi Solichmawati dan Muhammad Arif selaku pemegang saham GPI yang bukan merupakan pihak afiliasi telah mengalihkan saham mereka kepada JIA dan Hermansjah Haryono yang kini menjabat sebagai Presiden Direktur PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE), anak usaha WIFI.
“Dapat disampaikan bahwa dengan adanya transaksi tersebut dapat menunjang perluasan dan ekspansi grup perseroan,” kata Shannedy.
Laba WIFI Melesat 155% di Semester II 2025
Emiten infrastruktur ini mencatatkan perolehan kenaikan laba sebesar 155% pada kuartal kedua tahun ini. Merujuk laporan keuangan yang disampaikan perseroan ke Bursa Efek Indonesia, WIFI laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 227,91 miliar dari Rp 89,86 miliar pada kuartal kedua tahun sebelumnya.
Sementara itu, pendapatan usaha perseroan naik 66% menjadi Rp 513,46 miliar dari Rp 309 miliar secara periode year on year (yoy). Adapun beban pokok pendapatan justru berkurang menjadi Rp 121,10 miliar dari Rp 129,64 miliar secara yoy.
Seiring dengan pelaporan kuartal kedua ini, saham WIFI merosot 2,298% atau 60 poin ke level 2.560 pada perdagangan kemarin, Jumat (8/8). Sejak satu minggu terakhir, saham bergerak fluktuatif dengan penurunan sebesar 8,24% dan kini saham WIFI telah melesat 524,39% sejak awal tahun.
