Menilik Aksi Borong Saham Delapan Bos AKRA, Rogoh Kantong hingga Rp 14,07 Miliar
Delapan bos PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) diketahui memborong saham AKRA dengan total saham sebanyak 28,2 juta lembar saham. Aksi borong dilakukan di Bursa Efek Indonesia dengan harga pembelian Rp 499 per saham.
Merujuk keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia, Direktur AKRA Suresh Vembu mengatakan, pemborongan saham tersebut dilakukan dengan tujuan kepemilikan langsung.
Delapan pentolan AKRA yang membeli saham perseroan tersebut di antaranya adalah Direktur AKRA, Haryanto Adikoesoemo yang membeli 6 juta saham AKRA dengan harga Rp 499. Penambahan ini membuat kepemilikan naik menjadi 212,604 juta saham atau 1,05% dari 206,604 juta saham atau 1,03%.
Kemudian ada Komisaris AKRA, Soegiarto Adikoesoemo yang memborong 3 juta saham dengan harga yang sama. Total kepemilikan Soegiarto bertambah menjadi 145,267 juta saham atau dengan persentase kepemilikan sebanyak 0,72% dari 142,267 juta saham atau 0,71%.
Direktur AKRA lainnya yang membeli saham tersebut adalah Jimmy Tandyo yang menambahi 6 juta saham AKRA dengan harga yang sama. Total kepemilikan sahamnya di AKRA meningkat menjadi 48 juta saham ataj 0,24% dari 42 juta saham atau 0,21%.
Lalu direktur lainnya, Mery Sofi yang membeli 6 juta saham AKRA sehingga porsi kepemilikan naik menjadi 8,303 juta saham atau 0,04% dari 2,303 juta saham atau 0,01%.
Selanjutnya adalah Bambang Soetiono Soedijanto sebagai direktur AKRA yang menambah sebanyak 3 juta saham AKRA sehingga banyak kepemilikan Bambang meningkat menjadi 7,78 juta saham atau 0,039% dari 4,78 juta saham atau 0,024%.
Direktur lainnya, Nery Polim, menambah 1,8 juta saham AKRA sehingga kepemilikan bertambah menjadi 2,965 juta saham atau 0,015% dari sebelumnya 1,165 juta saham atau 0,0058%.
Suresh sendiri ikut membeli saham AKRA sebanyak 1,2 juta saham AKRA. Kepemilikannya bertambah menjadi sehingga kepemilikan naik ke 4,927 juta saham atau 0,025% dari 3,727 juta saham atau 0,02%.
Terakhir adalah Direktur AKRA, Termurti Tiban membeli 1,2 juta saham AKRA sehingga total sahamnya di AKRA bertambah menjadi 1,65 juta saham atau dengan porsi 0,0082% dari 450 ribu saham atau 0,0022%.
Dengan harga Rp 499, maka total dana yang digelontorkan pemimpin AKRA tersebut sebesar Rp 14,07 miliar.
