Saham Energi BYAN, BUMI hingga PTBA Lesu, Mengapa Investor Beralih ke Teknologi?

Karunia Putri
14 Agustus 2025, 09:14
Saham
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Pal
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Performa kelompok saham energi tercatat melambat secara tahunan atau year on year (yoy) hingga Rabu (13/8), tergeser oleh penguatan signifikan sektor teknologi. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), sektor energi hanya mencatat kenaikan 0,70% yoy. 

Secara keseluruhan kinerja saham energi hanya  menempati peringkat keenam dari total 11 sektor yang terdaftar di bursa. Posisi teratas ditempati sektor teknologi yang melesat 4% yoy, disusul sektor kesehatan naik 1,64%, sektor infrastruktur 1,65%, sektor properti 1,29% dan sektor siklikal 0,92%.

Kondisi ini berbalik dari tahun lalu. Sepanjang 2024, sektor energi tumbuh 9,40% sedangkan sektor teknologi naik 5,07%.  Head of Research Korea Investment & Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi menjelaskan, kenaikan sektor teknologi tahun ini didorong tren kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), komputasi awan (cloud) dan digitalisasi yang membuat pertumbuhan laba melampaui ekspektasi. 

Selain itu, aliran dana asing juga cenderung masuk ke saham-saham teknologi berkapitalisasi besar. Faktor lain yang berpengaruh adalah ekspektasi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) di masa mendatang.

Sementara itu, sektor energi tertekan oleh penurunan harga komoditas energi seperti batu bara, minyak dan gas secara year to date, ditambah permintaan ekspor yang melambat. Sentimen transisi energi juga membuat investor lebih berhati-hati.

Mengenai prospek sektor energi hingga akhir tahun ini Wafi menjelaskan, sektor energi masih punya peluang rebound jika harga komoditas stabil atau naik serta muncul katalis permintaan baru. 

“Namun, dalam jangka pendek tekanan masih akan terasa,” ujar Wafi.

Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, berdasarkan grafik rotasi relatif mingguan, sektor siklikal, industri, non siklikal, properti dan keuangan memiliki potensi membaik.  Dia melanjutkan, sektor yang memimpin penguatan dalam minggu ini dan menjadi sektor paling menarik adalah sektor infrastruktur.

“Sektor teknologi juga berpotensi memimpin,” kata Nafan.

Performa Saham Sektor Energi Sejak Awal Tahun

EmitenHarga (Rp)Return
1 bulan (%)YTD (%)
PT Dian Swatatika Sentosa Tbk (DSSA)Rp 88.5005,86%139,19%
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)Rp 1.62512,85%46,40%
PT Bayan Resources Tbk (BYAN)Rp 18.300-6,51%-9,63%
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)Rp 1.6805,33%5,66%
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)Rp 1.830-2,14%24,69%
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)Rp 6.950-0,71%-17,99%
PT Bumi Resources Tbk (BUMI)Rp 108-5,26%-8,47%
PT Petrosea Tbk (PTRO)Rp 3.91022,57%41,54%
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)Rp 22.475-0,11%-15,82%
PT Bukit Asam Tbk (PTBA)Rp 2.450-1,21%-10,91

(Sumber: Data perdagangan BEI per Rabu, 13 Agustus 2025)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...