Pidato Powell Kerek Wall Street, Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup naik pada perdagangan Jumat (22/8) waktu setempat. Penguatan ditopang oleh naiknya indeks Dow Jones ke level tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell memberi sinyal kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter mulai bulan depan.
Dow Jones naik 846,24 poin atau 1,89% dan ditutup di rekor baru 45.631,74. S&P 500 menguat 1,52% ke level 6.466,91, hanya terpaut tiga poin dari rekor tertingginya. Sementara itu, Nasdaq Composite menanjak 1,88% ke posisi 21.496,53.
Kenaikan dipimpin oleh saham-saham teknologi berkapitalisasi besar. Nvidia naik 1,7%, Meta Platforms melonjak lebih dari 2%, sementara Alphabet dan Amazon masing-masing menguat lebih dari 3%. Tesla bahkan mencatat lonjakan sekitar 6%.
“Standar yang sangat tinggi bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga dalam waktu kurang dari sebulan,” ujar Chief Investment Officer Northlight Asset Management Chris Zaccarelli dikutip dari CNBC, Senin (25/8).
Dalam pidatonya di pertemuan tahunan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, Powell menyampaikan bahwa prospek dasar dan pergeseran keseimbangan risiko mungkin memerlukan penyesuaian sikap kebijakan.
Ia menambahkan bahwa keseimbangan risiko tampaknya mulai bergeser terkait mandat ganda The Fed, yakni menjaga lapangan kerja penuh dan kestabilan harga. Powell juga menyinggung adanya perubahan besar dalam kebijakan perpajakan, perdagangan dan imigrasi.
Menurut alat FedWatch CME Group, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September meningkat menjadi sekitar 83%, dari sebelumnya 75% di awal pekan.
Penguatan di akhir pekan ini berbanding terbalik dengan tren pasar yang lesu sepanjang minggu. Indeks utama sempat melemah karena tekanan pada saham-saham teknologi besar. Namun, reli terbaru membuat investor berhasil menutup sebagian besar kerugian.
Secara mingguan, Dow Jones naik 1,5%, S&P 500 menguat tipis 0,3%, sedangkan Nasdaq masih terkoreksi 0,6%.
