Investor Asing Borong Saham Amman (AMMN) Rp 2,3 T di Tengah Anjloknya Harga
Investor asing terpantau memborong saham PT Amman Mineral Internasional Tbk pada perdagangan kemarin (27/8), di tengah anjloknya harga saham. Transaksi beli bersih atau net buy asing mencapai Rp 2,3 triliun, menjadi yang terbesar dari seluruh emiten di BEI.
Harga saham AMMN anjlok 5% ke level 8.075. Berdasarkan data Stockbit, volume saham yang diperdagangkan kemarin mencapai 6,61 juta lot senilai Rp 5,37 triliun. Adapun frekuensi perdagangan saham mencapai 21.878 kali.
Adapun asing mencatatkan transaksi beli mencapai Rp 5,23 triliun dan transaksi jual mencapai Rp 2,3 triliun. Broker JP Morgan Sekuritas Indonesia dan Maybank Sekuritas Indonesia terpantau paling banyak mencatatkan beli bersih masing-masing mencapai Rp 2 triliun dan Rp 633,9 miliar.
Investor asing tercatat memborong saham AMMN dalam dua pekan terakhir dan terus mencatatkan net buy sejak 12 Agustus 2025. Sejak itu hingga kemarin, net buy asing secara kumulatif mencapai Rp 3,4 triliun.
Tiga Direksi Lepas Saham
Sebanyak tiga direksi AMMN sebelumnya terpantau melepas sahamnya pada bulan ini. Total nilai transaksinya setelah dikalkulasi mencapai Rp 603,85 miliar.
Merujuk keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan kepada Bursa Efek Indonesia, pada periode 7 Agustus, Direktur Amman Mineral, Lal Naveen Chandra tercatat menjual 26 juta kepemilikannya dalam saham Amman Mineral dengan harga 8.828 per saham. Total transaksi tersebut mencapai Rp 229,52 miliar.
Dalam keterangan tersebut dituliskan bahwa transaksi yang dilakukan Chandra ditujukan untuk investasi pribadi dengan status kepemilikan langsung.
“Transaksi ini [tetap] mempertahankan pengendalian,” demikian keterangan perusahaan dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (19/8).
Transaksi selanjutnya dilakukan oleh Direktur Amman Mineral David Alexander Gibbs. David tercatat menjual sebanyak 3.536.500 kepemilikannya pada Amman Mineral dengan harga Rp 8.635 per saham. Total nilai transaksi tersebut mencapai Rp 30,53 miliar.
Selain itu, penjualan saham juga dilakuakn Direktur Amman Mineral Irwin Ka Pui Wan. Dalam keterbukaan yang diunggah pada 15 Agustus, Irwin tercatat menjual saham Amman Mineral sebanyak 40 juta saham dalam kurun waktu 12-15 Agustus 2025. Ia menjual saham tersebut dengan harga Rp 8.595 per saham dengan total transaksi mencapai Rp 343,80 miliar.
Harga saham AMMN turun 5% dalam sepekan terakhir atau 2,12% dalam sebulan terakhir. Namun, harga sahamnya telah naik hampir 20% dalam tiga bulan terakhir.
Kinerja Keuangan
AMMN mencatatkan rugi bersih mencapai US$ 148,72 juta atau setara Rp 2,44 triliun hingga semester pertama 2025, berbanding terbalik dibandingkan tahun lalu yang masih untung US$ 475,24 juta atau setara Rp 7,82 triliun.
Berdasarkan laporan keuangannya, penjualan bersih AMMN rontok hingga 88,2% dari periode yang sama tahun lalu. Merujuk laporan keuangan yang dipublikasikan, AMMN mencatat pendapatan US$ 1,54 miliar atau Rp 25,50 triliun, menjadi US$ 182,59 juta atau Rp 300,67 miliar pada semester pertama 2025 ini.
Presiden Direktur Amman, Arief Sidarto mengatakan, perusahaan hanya diizinkan menjual produk logam jadi, seperti katoda tembaga dan emas murni mulai tahun ii, tidak dalam bentuk konsentrat seperti pada tahun 2024. Perubahan ini menyebabkan penurunan penjualan bersih menjadi sebesar US$ 183 juta pada H1 2025 yang sebagian besar berasal dari penjualan katoda tembaga sebesar US$ 182 juta.
Selanjutnya sisanya sebesar US$ 1 juta berasal dari penyesuaian akhir harga dan volume atas penjualan konsentrat tahun 2024. Seluruh penjualan dicatat pada kuartal kedua 2025. Hal itu lantaran tidak ada penjualan pada kuartal pertama seiring dengan dimulainya produksi pada akhir Maret dan pengapalan yang baru dimulai pada bulan April.
