Target Saham Merdeka Copper (MDKA) di Tengah Lonjakan Harga Emas dan Sinyal IPO
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) disebut akan ketiban berkah dari lonjakan harga emas dunia yang mencatat rekor baru. Pada perdagangan Selasa (2/9) harga saham MDKA naik lebih dari 1% dan sempat menembus level US$ 3.529,93 per ons, tertinggi sepanjang masa.
Meski pada perdagangan saham Rabu (3/9) sore, saham MDKA terpantau melemah 0,78% ke Rp 2.550, secara mingguan sahamnya naik 6,69%. Tak hanya itu, MDKA terpantau melesat 71,14% dalam enam bulan terakhir dan melonjak hingga 57,89% secara year to date (ytd).
Pada perdagangan hari ini, volume yang diperdagangkan 79,18 juta dengan nilai transaksi Rp 202,30 miliar. Adapun nilai transaksi tercatat sebesar Rp 62,41 triliun.
Senior Market Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menyebut target harga MDKA bakal ke Rp 3.710 per saham. Nafan menyebut apalagi ada wacana dengan anak usaha MDKA yang mengelola proyek emas Pani yang dikabarkan akan IPO.
Apalagi ia menyebut proyek emas yang berlokasi di Gorontalo cadangannya diestimasikan sekitar 7 juta ounces dan tentunya ini juga bisa membuat MDKA menetapkan target produksi 140 ribu ounces per tahun.
“Dan belum lagi juga tren pergerakan harga emas dunia memang masih dalam keadaan uptrend. Sempat all time high kan,” kata Nafan kepada Katadata.co.id, Rabu (3/9).
Ia menyebut emas memang merupakan investasi pilihan bagi para investor karena instrumen safe haven. Di samping itu analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova merekomendasikan untuk beli saham MDKA di harga Rp 2.250–2.350 dengan target harga ke 2730, 2890, 3130, dan 3360.
Menurut BRI Danareksa Sekuritas, ada beberapa faktor mengapa emas saat ini kembali menjadi primadona investasi. Pertama, ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga The Fed membuat imbal hasil obligasi menurun, sehingga emas terlihat lebih menarik.
Kedua, pelemahan dolar AS membuat harga emas global, yang dihitung dalam USD, menjadi relatif lebih murah bagi pembeli dari negara lain..
“Demand kuat dari bank sentral & investor institusi sehingga banyak bank sentral di dunia tambah cadangan emas sebagai lindung nilai,” tulis tim analis BRI Danareksa, dikutip Rabu (3/9).
Adapun Emas spot naik lebih dari 1% dan sempat menembus level US$ 3.529,93 per ons, tertinggi sepanjang masa, didorong ekspektasi kuat pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) serta meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Merujuk laporan reuters, berdasarkan data harga emas spot menguat 1,5% ke posisi US$ 3.529,01 per ons pada pukul 14.00 EDT (18.00 GMT).
Sejak awal tahun, logam mulia ini sudah melesat 34,5%. Emas naik lebih dari 1% pada hari Selasa. Angka itu mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas $3.500 per ons, dengan investor membludak ke logam mulia tersebut di tengah meningkatnya keyakinan akan pemangkasan suku bunga Federal Reserve dan risiko politik serta ekonomi yang masih ada.
Harga emas spot naik 1,5% menjadi $3.529,01 per ons pada pukul 14.00 EDT (18.00 GMT), setelah sempat mencapai level tertinggi $3.529,93. Emas batangan telah menguat 34,5% tahun ini.
"Pasar emas memasuki periode musiman yang kuat untuk konsumsi, ditambah dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga pada pertemuan The Fed bulan September. Kami terus memperkirakan rekor tertinggi baru," kata analis logam mulia di Standard Chartered Bank, Suki Cooper, seperti dikutip Rabu (3/9).
Kabar IPO Anak Usaha MDKA
Sentimen lain yang berpotensi mengerek harga saham MDKA adalah rencana anak usaha PT Pani Bersama Jaya Tbk yang dikabarkan akan menggelar pencatatan saham perdana atau IPO. Rencana itu dikabarkan akan berlangsung pada September ini.
Pani Bersama merupakan entitas anak MDKA yang mengelola tambang emas raksasa di Gorontalo. Merujuk sumber Katadata.co.id entitas dalam konglomerasi Merdeka Cooper itu bakal melantai di BEI dengan melepas saham di harga antara Rp 850 dan maksimal Rp 1.500.
Perusahaan disebut membuka periode book building pada pekan pertama dan kedua September dengan menawarkan maksimal 120 juta lot saham. Namun, informasi lainnya menyebutkan jumlah saham yang dilepas hanya 12 juta lot.
Katadata.co.id sudah meminta konfirmasi kepada manajemen MDKA mengenai kabar IPO Pani. Namun hingga berita ditayangkan konfirmasi yang diajukan pada GM Corporate Communication MDKA Tom Malik belum direspons.
