Wall Street Menggeliat Naik Usai Trump Umumkan Negosiasi AS-Cina Berjalan Lancar

Nur Hana Putri Nabila
16 September 2025, 05:58
Bursa efek New York atau Wall Street
NYSE
Bursa efek New York atau Wall Street
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) ditutup naik pada perdagangan saham Senin (15/9). Kenaikan terjadi usai pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut negosiasi perdagangan AS-Cina berjalan lancar, sekaligus menjelang pertemuan penting Federal Reserve pekan ini.

S&P 500 naik 0,5% ke level 6.615,28, mencatatkan penutupan pertamanya di atas 6.600 dan Nasdaq Composite menembus rekor baru dengan kenaikan 0,9% menjadi 22.348,75. Dow Jones Industrial Average naik tipis, terangkat 49,23 poin atau 0,1%, ditutup di 45.883,45.

Memasuki hari kedua, pertemuan pejabat AS dan Cina membahas tarif hinga batas waktu penjualan platform TikTok yang dimiliki Cina. Trump menulis di Truth Social bahwa pembicaraan berjalan positif dan tercapai kesepakatan, dengan menuliskan “perusahaan tertentu yang sangat diminati oleh pemuda di negara kita,” yang diduga mengacu pada TikTok. 

Namun, menurut laporan Reuters yang mengutip pejabat AS senior, pemerintah AS tetap akan melanjutkan larangan TikTok jika Cina tidak menurunkan tuntutan terkait tarif dan pembatasan teknologi.

Seiring dengan pembicaraan AS-Cina, regulator pasar di Cina menyatakan Nvidia melanggar undang-undang anti-monopoli dan akan melanjutkan penyelidikan terhadap produsen chip tersebut. Saham Nvidia langsung terkoreksi, ditutup sedikit di bawah garis datar.

Di sisi lain, saham Tesla melonjak 3% setelah CEO Elon Musk mengumumkan pembelian saham senilai sekitar US$ 1 miliar oleh pihak internal. Bahkan ini pembelian terbesar di pasar terbuka yang pernah dilakukannya dan yang pertama sejak 2020. 

Langkah ini dianggap oleh para pedagang sebagai tanda kepercayaan Musk terhadap perusahaan. Apalago Elon Musk tengah berupaya mengalihkan fokus ke robotika di tengah persaingan ketat di sektor kendaraan listrik.

Di samping itu, melonjaknya bursa AS juga didorong data ekonomi terbaru yang menunjukkan melemahnya pasar tenaga kerja sekaligus terkendalinya inflasi. Hal ini meningkatkan ekspektasi investor bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga saat rapatnya pada Rabu. 

Saat ini, menurut CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan dengan kepastian 95,8% penurunan suku bunga sebesar 0,25% dan hanya 4,2% kemungkinan pemotongan lebih besar 0,5%.

Strategis Pasar Global Senior di Wells Fargo Investment Institute, Scott Wren, mengatakan pasar saat ini sudah sepenuhnya mengantisipasi langkah The Fed yang akan memulai serangkaian pemotongan suku bunga pada pertemuan pekan ini. 

Menurutnya, aktivitas perdagangan Senin banyak dipengaruhi oleh upaya pasar memposisikan diri menjelang pengumuman suku bunga Rabu mendatang.

“Ini bisa menjadi peristiwa ‘Beli rumor, jual fakta’, tapi kemungkinan besar peserta pasar tidak ingin membuka posisi short pada S&P 500 sebelum Rabu,” ujar Wren, dikutip CNBC, Selasa (16/9).

Rendahnya tingkat suku bunga diperkirakan akan terus mendukung pasar saham, yang saat ini juga didorong antusiasme investor terhadap kecerdasan buatan (AI), meski risiko terhadap prospek ekonomi tetap ada. Investor juga memperhatikan perkembangan di Senat terkait pelantikan Stephen Miran sebagai anggota dewan The Fed tepat waktu untuk pertemuan FOMC pekan ini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...