Wall Street Menggeliat, Cetak Rekor Penutupan Tertinggi Dua Hari Beruntun
Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup naik pada perdagangan Jumat (19/9) waktu setempat. Tiga indeks utama mencatatkan rekor penutupan tertinggi dua hari berturut-turut, volume perdagangan mencapai level tertinggi sejak April 2025. Kenaikan didorong oleh saham FedEx yang melesat usai membukukan kinerja laba di atas ekspektasi.
S&P 500 naik 32,40 poin atau 0,49% ke 6.664,36, sementara Nasdaq Composite melonjak 160,75 poin atau 0,72% menjadi 22.631,48 dan Dow Jones naik 172,85 poin atau 0,37% ke level 46.315,27. Indeks
Secara mingguan, S&P 500 naik 1,2%, Nasdaq 2,2%, dan Dow 1,05%. Kenaikan ini menandai penguatan tiga minggu berturut-turut untuk S&P 500 dan Nasdaq, seiring pemangkasan suku bunga pertama The Federal Reserve (The Fed) tahun ini serta sinyal pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut.
Dari 11 sektor dalam S&P 500, tujuh sektor mencatat kenaikan. Sektor energi menjadi penekan utama. Wall Street sempat berfluktuasi di awal sesi saat investor mencerna prospek kebijakan The Fed serta pernyataan Stephen Miran, gubernur terbaru dan penasihat ekonomi Gedung Putih.
“Jika tujuannya The Fed bergerak ke arah pelonggaran target inflasi, itu jelas resep untuk penguatan pasar. Hal ini bagus untuk saham,” ujar Scott Ladner, Chief Investment Officer Horizon Investments, dikutip Reuters, Senin (22/9).
Volume perdagangan saham AS mencapai 27,78 miliar lembar, jauh di atas rata-rata 20 hari terakhir sebesar 17,41 miliar lembar. Lonjakan volume terakhir terjadi pada April lalu, ketika pasar bergejolak usai pengumuman tarif dagang oleh Presiden AS Donald Trump.
Saham FedEx menguat 2,3% setelah mencatatkan laba kuartalan dan pendapatan di atas proyeksi analis, berkat pemangkasan biaya dan peningkatan pengiriman domestik yang mampu menutupi pelemahan volume internasional.
Saham Apple juga naik 3,2% setelah JP Morgan menaikkan target harga. Kenaikan saham Palantir Technologies dan Oracle turut mendorong sektor teknologi S&P 500 naik 1,19%.
Namun, indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 turun 0,71% setelah sempat menyentuh rekor intraday tertinggi.
“Saham berkapitalisasi kecil cenderung berkorelasi terbalik dengan suku bunga, dan diuntungkan lebih besar dari penurunan suku bunga,” ujar Ladner.
Dari sisi geopolitik, Presiden Trump dan Presiden Cina Xi Jinping berbicara melalui telepon. Trump menyebut kedua pihak mencatat kemajuan dalam negosiasi terkait TikTok, serta berencana mengadakan pertemuan tatap muka paling cepat bulan depan di Korea Selatan.
Sementara itu, Senat AS memblokir rancangan undang-undang pendanaan jangka pendek, meningkatkan risiko penutupan pemerintahan.
Dalam kabar korporasi lainnya, saham Lennar melemah 4,2% setelah melaporkan laba kuartal ketiga di bawah ekspektasi dan memperkirakan pengiriman rumah kuartal keempat lebih rendah.
Sebaliknya, Paramount Skydance melonjak 5,9% menyusul laporan CNBC mengenai rencana penawaran perusahaan terhadap Warner Bros Discovery yang sahamnya naik 3,4%.
Di Bursa New York, jumlah saham turun melampaui saham naik dengan rasio 1,43:1. Di Nasdaq, rasio tercatat 1,42:1. Indeks S&P 500 membukukan 30 titik tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir, sedangkan Nasdaq mencatat 151 titik tertinggi dan 54 titik terendah.
