Intip Peluang Cuan Merdeka Copper Gold (EMAS) yang Berani IPO Meski Masih Rugi
Harga saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melesat 25% pada perdagangan perdana di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (23/9) ke level 3.600. Harga saham anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ini melesat setelah penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) meski kinerja perusahaan masih mencatatkan rugi.
Direktur EMAS Albert Saputro menyebut, ada beberapa faktor yang mendorong keputusan perusahaan untuk IPO meski masih rugi. Pertama, menurut dia, harga emas yang terus mengalami reli menjadi faktor penting perseroan mantap untuk menjadi perusahaan terbuka. Kedua, Merdeka Gold akan menjadi perusahaan lokal yang fokus pada bisnis emas.
“Tentu harga emas player factor. Tetapi yang kedua, dari company emas ini akan menjadi company yang fokus purely local,” kata Albert dalam konferensi pers IPO EMAS di Main Hall Bursa Efek Indonesia.
Menurut Albert, bisnis Merdeka akan lebih terstruktur. Unit EMAS akan berdiri sendiri sebagai emiten pengelola tambang emas di Grup Merdeka, sedangkan komoditas lain seperti tembaga akan dikelola terpisah. Dengan begitu, investor bisa lebih mudah melihat fokus dan kinerja masing-masing lini bisnis.
Ia juga menjelaskan hasil penghimpunan dana IPO akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja modal (capex) hingga 2024. Adapun dalam prospektus IPO perusahaan, sebesar US$ 20 juta atau Rp 328,4 miliar akan disalurkan ke PT Pani Bersama Tambang (PBT) dalam bentuk setoran modal bertahap.
Dana ini akan dipakai untuk modal kerja, termasuk pembelian bahan baku utama dan penunjang, biaya listrik, serta gaji karyawan. Setelah konversi setoran modal, Merdeka Gold Resources tetap menguasai 99,99% saham PBT. Kemudian sebanyak US$ 20 juta atau Rp 328,4 miliar, juga diberikan dalam bentuk pinjaman kepada PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) untuk mendanai modal kerja operasional.
Sisa dana IPO akan digunakan untuk pembayaran lebih awal atas pinjaman kepada PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berdasarkan perjanjian utang piutang sejak April 2022. Hingga 4 Agustus 2025, saldo pinjaman Merdeka Gold Resources ke induk usahanya MDKA masih sebesar US$ 260 juta atau Rp 4,26 triliun.
Adapun terkait kebijakan dividen, Albert menjelaskan, keputusan akan sesuai dengan prospektus IPO perusahaan yakni baru akan dimulai pada 2032. Perusahaan kini masih dalam tahap pengembangan Tambang Emas Pani sehingga belum memperoleh pendapatan.
“Rekomendasi, penetapan jumlah, dan pembagian dividen akan diusulkan oleh Direksi dan disetujui oleh Dewan Komisaris berdasarkan kebijaksanaan mereka dan akan bergantung pada sejumlah faktor termasuk namun perseroan berencana untuk mulai melakukan pembagian dividen pada tahun 2032,” kata manajemen EMAS dalam prospektus IPO.
