Oversubscribe saat IPO, Saham Merdeka Gold (EMAS) Kini Rontok Hingga ARB

Nur Hana Putri Nabila
25 September 2025, 10:56
saham EMAS, arb, ihsg, saham rontok, IPO
Katadata/Fauza Syahputra
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten yang memiliki tambang emas raksasa, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) rontok hingga menyentuh batas bawah harga perdagangan saham atau auto rejection bawah (ARB) tak lama setelah perdagangan saham dibuka. Emiten yang baru menggelar perdagangan perdana pada Selasa (23/9) sempat mengalami  kelebihan pesananan atau oversubscribe hingga empat kali lipat saat penawaran umum.

Harga saham EMAS sempat melesat 25% pada hari perdagangan perdananya pada Selasa (23/9). Volume saham yang diperdagangkan saat itu  mencapai 1,85  juta dengan nilai transaksinya Rp 6,66 miliar. Kapitalisasi pasar Merdeka Gold Resources saat itu bahkan menembus Rp 58,25 triliun, melampaui induk usahanya PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Namun, pergerakan sahamnya mulai lesu dan hanya naik 1,11% ke Rp 3.640 pada perdagangan kemarin. Harga sahamnya hari ini  bahkan anjlok hingga 14,84% ke Rp 3.100 pada pukul 09.25 WIB.

Pada hari ini, saham EMAS  diperdagangkan sebanyak 231,05 juta dengan nilai transaksi Rp 758,27 miliar. Kapitalisasi pasar turun menjadi Rp 50,16 triliun. 

Adapun berdasarkan data D’Origin, terjadi transaksi crossing saham jumbo PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) di harga Rp 2.884 dengan total Rp 7,06 triliun sesaat setelah harga sahamnya longsor. 

Rencana Usai IPO 

Perusahaan rencananya akan menyalurkan US$ 20 juta atau Rp 328,4 miliar dana hasil IPO ke PT Pani Bersama Tambang (PBT) dalam bentuk setoran modal bertahap. Dana ini akan dipakai untuk modal kerja, termasuk pembelian bahan baku utama dan penunjang, biaya listrik, serta gaji karyawan.   

Setelah konversi setoran modal, Merdeka Gold Resources tetap menguasai 99,99% saham PBT. Kemudian sebanyak US$ 20 juta atau Rp 328,4 miliar, juga diberikan dalam bentuk pinjaman kepada PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) untuk mendanai modal kerja operasional.  

Sisa dana IPO juga akan digunakan untuk pembayaran lebih awal atas pinjaman kepada PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berdasarkan perjanjian utang piutang sejak April 2022. Hingga 4 Agustus 2025, saldo pinjaman Merdeka Gold Resources ke induk usahanya MDKA masih sebesar US$ 260 juta atau Rp 4,26 triliun.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...