Menilik Aksi di Balik Rencana Sinergi Andalan (INET) Right Issue Jumbo Rp 3 T

Nur Hana Putri Nabila
29 September 2025, 06:03
right issue
Pexels
Investasi Saham
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten teknologi, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) berencana menggelar aksi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD) atau right issue dengan nilai maksimal Rp 3,2 triliun.

Dalam aksi ini, perseroan akan menerbitkan hingga 12,8 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 250 per saham. Rasio rights issue ditetapkan 3:4, artinya setiap pemegang 3 saham lama berhak memperoleh 4 HMETD.

Manajemen menyebutkan aksi korporasi ini ditujukan untuk pengembangan usaha. Namun, pemegang saham yang tidak menggunakan haknya bakal mengalami dilusi kepemilikan hingga 57,14%.

Pemegang saham pengendali, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN) yang menguasai 60,62% saham INET, telah menyatakan dukungan penuh terhadap aksi korporasi ini. 

Berdasarkan surat pernyataan tertanggal 19 September 2025, AKUN akan mengeksekusi seluruh haknya senilai Rp 1,78 triliun serta bersedia menjadi pembeli siaga atas saham baru yang tidak terserap pasar hingga maksimal 5,65 miliar saham atau senilai Rp 1,41 triliun. Dengan demikian, total dana yang masuk dari aksi ini bisa mencapai lebih dari Rp3,2 triliun.

Rencana Usai Right Issue

Manajemen menyampaikan dana hasil rights issue akan digunakan untuk mempercepat ekspansi jaringan Fiber To The Home (FTTH) berkecepatan tinggi berbasis teknologi Wi-Fi 7. Dari total dana sekitar Rp 2,8 triliun akan dialokasikan ke anak usaha PT Garuda Prima Internetindo (GPI) untuk menambah 2 juta pelanggan baru di Bali dan Lombok.

Selain itu, INET juga akan menyalurkan Rp 213,44 miliar ke PT Pusat Fiber Indonesia (PFI) untuk melunasi biaya sewa jaringan kabel bawah laut (IRU) ke PT Jejaring Mitra Persada (JMP). Lalu PT Internet Anak Bangsa (IAB) akan memperoleh Rp135 miliar untuk modal kerja pembangunan jaringan FTTH di Pulau Jawa. 

Sisanya digunakan untuk pengembangan layanan, pembelian perangkat, pemasaran, pelatihan, serta biaya overhead lainnya.

Seiring dengan aksi itu, perseroan juga akan menerbitkan hingga 3,07 miliar Waran Seri II dengan rasio 25:6. Waran tersebut dapat dikonversi menjadi saham baru pada periode 3 Juni 2026 hingga 1 Desember 2028. Potensi tambahan dana dari penerbitan waran ini mencapai Rp 921,6 miliar.

“Sedangkan seluruh dana hasil pelaksanaan wara akan digunakan sebagai modal kerja, termasuk namun tidak terbatas untuk biaya pembelian perlengkapan penunjang, biaya pengembangan layanan, biaya pemasaran, biaya pelatihan serta biaya overhead lainnya,” demikian tertulis manajemen dalam prospektus, dikutip Senin (29/9). 

Tanggal Terakhir Perdagangan Saham dengan HMETD di:

  • Pasar Reguler dan Negosiasi : 25 November 2025
  • Pasar Tunai : 27 November 2025
  • Tanggal Mulai Perdagangan Saham Tanpa HMETD:
  • Pasar Reguler dan Negosiasi : 26 November 2025
  • Pasar Tunai : 28 November 2025

Tanggal Pencatatan dalam DPS yang berhak atas HMETD 27 November 2025

  • Perdagangan & Pelaksanaan HMETD: 1– 5 Desember 2025
  • Perdagangan Waran Seri II: 3 Desember 2025–1 Desember 2028
  • Pelaksanaan Waran Seri II: 3 Juni 2026–1 Desember 2028



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...