Aksi korporasi berupa penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue semarak mewarnai pasar modal Indonesia sepanjang 2025.
Tiga emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Tanah Air, bersiap menghimpun dana jumbo melalui aksi penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Dana segar ter
Tiga emiten yaitu PANI, CSIS dan INET tengah menahan laju aksi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue bernilai besar menjelang akhir tahun. Apa dampaknya?
Emiten properti yang terafiliasi dengan pengusaha Happy Hapsoro, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), siapkan right issue engan membidik dana segar sebesar Rp 603,98 miliar.
Emiten teknologi, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) berencana menggelar aksi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD) atau right issue dengan nilai maksimal Rp 3,2 T
Emiten kongsi Sugianto Kusuma atau Aguan dan Grup Salim, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mengumumkan rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue.
Sejumlah emiten ramai mencari penambahan modal baru melalui aksi korporasi right issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Bagaimana prospek right issue emiten IMJS, MINA dan TOWR?
Emiten milik adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, PT Solusi Energi Digital Tbk (WIFI) tuntas menggelar penyertaan modal lewat right issue dan menghimpun dana Rp 5,89 triliun.
PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) bersiap melakukan aksi korporasi berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Saham emiten pengembangan properti dan perhotelan milik Happy Hapsoro PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) bergerak atraktif pada perdagangan beberapa hari terakhir. Apa penyebabnya?
Bursa Efek Indonesia mengumumkan 30 perusahaan siap IPO yang didominasi sektor konsumer nonprimer. Terdapat juga 24 perusahaan yang berencana rights issue, menandai periode sibuk di pasar modal.
PT Vale Indonesia Tbk berencana menggelar Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau rights issue melepas 603,44 juta saham dengan nilai nominal Rp 25 per saham.
PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) berencana untuk melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD V) atau rights issue sebanyak-banyaknya 234 miliar saham biasa.
Pelaksanaan right issue PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) mengubah komposisi kepemilikan saham bank yang berdiri sejak 1970 itu. STIC Eugene Star Inc masuk menjadi pemegang saham baru. Bagaimana porsinya?