Emiten Happy Hapsoro BUVA Siapkan Rights Issue Rp 603,9 M untuk Proyek di Bali
Emiten properti yang terafiliasi dengan pengusaha Happy Hapsoro, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), berencana menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan membidik dana segar sebesar Rp 603,98 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan proyek perseroan di Bali.
Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), BUVA akan menerbitkan sebanyak 4,02 miliar saham baru, atau setara 16,36% dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue dengan harga pelaksanaan Rp 150 per saham.
“Saham baru yang akan ditawarkan kepada pemegang saham dalam rangka PMHMETD I ini seluruhnya merupakan saham biasa atas nama serta dikeluarkan dari portepel Perseroan yang mempunyai hak yang sama dan sederajat dalam segala hal termasuk dengan saham yang telah disetor penuh lainnya, termasuk antara lain hak suara dalam rapat umum pemegang saham, hak atas pembagian dividen, hak atas saham bonus, dan hak atas HMETD,” tulis manajemen BUVA dalam keterangannya, dikutip Selasa (28/10).
Pemegang saham utama sekaligus pengendali BUVA, PT Nusantara Utama Investama (NUI), sebelumnya menguasai 67,02% saham atau 13,79 miliar lembar. Setelah rights issue, NUI akan memperoleh 2,69 miliar HMETD. Dalam pernyataannya pada 9 September 2025, NUI menyatakan siap melaksanakan seluruh haknya dan memiliki kecukupan dana untuk mengeksekusi HMETD tersebut.
Sementara itu, suami Ketua DPR RI Puan Maharani, Happy Hapsoro, yang memiliki 110,84 juta saham atau 0,54% kepemilikan akan memperoleh 21,67 juta HMETD. Ia berencana mengalihkan seluruh hak tersebut kepada NUI. NUI pun menyatakan komitmennya untuk melaksanakan seluruh HMETD yang dialihkan, dengan pendanaan yang bersumber dari Hapsoro.
Adapun, rasio rights issue ditetapkan 44 saham baru untuk setiap 225 saham lama yang dimiliki. Setiap 1 HMETD memberikan hak untuk membeli 1 saham baru. Dilusi kepemilikan bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya diperkirakan mencapai maksimal 16,36%.
Daftar pemegang saham yang berhak atas HMETD akan ditetapkan pada 5 November 2025, dengan pencatatan saham baru di BEI pada 7 November 2025. Masa pelaksanaan PMHMETD I dijadwalkan berlangsung pada 7–13 November 2025.
Sebelumnya, BUVA telah mendapatkan restu pemegang saham untuk melaksanakan aksi korporasi ini melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 Juli 2025.
Manajemen BUVA menyampaikan, dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan sebanyak Rp 416,23 miliar untuk membayar sisa harga akuisisi PT Bukit Permai Properti dari PT Summarecon Bali Indah dan PT Bali Indah Development.
Kemudian, Rp 107,60 miliar untuk pembelian dan pengembangan lahan di Pecatu, Bali dan Rp 76,60 juta untuk penyertaan modal di BBP yang akan direalisasikan paling lambat pada kuartal keempat 2025.
