Astra (ASII) Bakal Buyback Saham Rp 2 T Saat Laba Susut 4,29% Jadi Rp 24,47 T

Karunia Putri
31 Oktober 2025, 20:14
Astra International
Dok. Astra International
Astra International
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten raksasa otomotif, PT Astra International Tbk (ASII) berencana melakukan aksi korporasi berupa membeli kembali (buyback) saham di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Untuk mengeksekusi aksi ini, ASII menyiapkan dana sebanyak-banyaknya Rp 2 triliun.

Merujuk keterbukaan informasi yang disampaikan ASII kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen perseroan menyatakan, jumlah saham yang akan dibeli kembali oleh perseroan tidak akan lebih dari 20% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan. Menurutnya, meski telah melakukan buyback, porsi publik atau free float tidak akan kurang dari 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor penuh oleh ASII. 

“Pelaksanaan pembelian kembali saham tidak memiliki dampak negatif yang material bagi kinerja keuangan dan kegiatan usaha perseroan,” tulis manajemen ASII dalam keterbukaan informasi BEI dikutip Jumat (31/10).

Aksi buyback ini akan dilakukan ASII mulai hari ini, 3 November 2025 hingga 30 Januari 2026. Adapun jumlah saham yang akan dibeli ASII bergantung pada jumlah saham sesuai dengan anggaran yang ditetapkan perseroan, yakni maksimal Rp 2 triliun. Nilai tersebut tidak termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain yang berkaitan dengan buyback

Lebih lanjut, manajemen ASII mengungkapkan, aksi ini akan dieksekusi perseroan menggunakan dana internal perusahaan, bukan dari pinjaman atau dana hasil penawaran umum. 

“Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kinerja operasional dan pendapatan perseroan, karena perseroan pada saat ini memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk membiayai pembelian kembali saham dan membiayai kegiatan usaha perseroan,” katanya.

Setelah buyback dilakukan, manajemen ASII memperkirakan laba bersih per saham perseroan akan meningkat menjadi Rp 605 dari Rp 606 per saham.

Pada perdagangan hari ini, harga saham ASII ditutup turun 1,99% atau 125 poin ke level 6.150. Sepanjang tahun berjalan, harga saham ASII bergerak volatil dengan kenaikan 25,51%. 

Kinerja Keuangan Astra International hingga Kuartal III 2025

Merujuk laporan keuangan terbaru, induk Grup Astra ini membukukan laba bersih sebesar Rp 24,74 triliun sepanjang periode Januari - September 2025. Torehan tersebut susut 4,29% dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 25,85 triliun. 

Turunnya laba bersih perseroan, salah satunya disebabkan oleh turunnya pendapatan bersih ASII menjadi Rp 243,60 triliun dari Rp 246,32 triliun secara tahunan atau year on year (yoy). Pundi-pundi kekayaan ASII berasal dari segmen usaha alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi sebenarnya naik 0,91% yoy menjadi Rp 100,46 triliun. Kemudian pendapatan dari segmen usaha otomotif dan mobilitas ASII mencatatkan penurunan 9,08% yoy menjadi Rp 93,34 triliun.

Segmen usaha ASII lainnya yakni jasa keuangan menyumbang pendapatan Rp 24,45 triliun, agribisnis Rp 22,11 triliun, infrastruktur Rp 2,31 triliun, teknologi informasi Rp 2,26 triliun dan properti Rp 702 miliar.

Sejalan dengan turunnya pendapatan ASII, beban pokok pendapatan turun tipis menjadi Rp 191,36 triliun dari Rp 191,61 triliun secara yoy. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...