Wall Street Menguat Tersulut Kesepakatan Baru Saham Sektor Teknologi

Karunia Putri
4 November 2025, 06:14
Ilustrasi - Bursa Wall Street. ANTARA/Reuters/Mike Segar
Antara
Ilustrasi - Bursa Wall Street. ANTARA/Reuters/Mike Segar
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup naik pada perdagangan Senin (3/11) waktu setempat. Kenaikan didorong oleh kesepakatan besar di sektor kecerdasan buatan (AI), meski ketidakpastian terkait arah kebijakan moneter jangka pendek Federal Reserve (The Fed) masih membayangi.

Indeks S&P 500 naik 11,77 poin atau 0,17% menjadi 6.851,97, sedangkan Nasdaq Composite naik 109,77 poin atau 0,46% ke level 23.834,72. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average justru melemah 226,19 poin atau 0,48% ke posisi 47.336,68.

Dari 11 sektor utama di S&P 500, sektor konsumsi diskresioner mencatatkan kenaikan tertinggi, sedangkan sektor bahan baku mengalami pelemahan terdalam.

“Kesepakatan Amazon dan berita merger serta akuisisi lainnya mendorong pasar. Selain itu, kabar positif tentang situasi perdagangan AS–Cina dan pernyataan bernada dovish dari The Fed turut menambah sentimen optimistis,” ujar analis strategi investasi Ross Mayfield, di Baird, Louisville, Kentucky, dikutip dari Reuters (4/11).

Saham-saham teknologi menjadi pendorong utama kenaikan Nasdaq. Namun, pelemahan pada saham layanan kesehatan seperti UnitedHealth Group dan Merck yang masing-masing turun 2,3% dan 4,1%, menahan pergerakan Dow di zona merah.

Amazon memimpin kenaikan setelah mengumumkan kesepakatan senilai US$ 38 miliar dengan OpenAI untuk menjalankan dan memperluas beban kerja AI di infrastruktur cloud milik Amazon Web Services (AWS). Saham Amazon naik 4%.

Saham Nvidia juga menguat 2,2% setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa microchip tercanggih buatan Nvidia hanya akan dijual kepada perusahaan AS, bukan ke Cina maupun negara lain.

Di sisi lain, Gedung Putih merilis rincian kesepakatan antara Presiden Trump dan Presiden Cina Xi Jinping untuk meredakan perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia. 

“Pasar saat ini jelas masih didorong oleh saham-saham semikonduktor dan teknologi besar, seperti yang terjadi sepanjang tren bullish ini,” ujar Mayfield.

Dari sisi ekonomi, data resmi masih terbatas akibat penutupan sebagian pemerintahan federal. Namun, laporan Institute for Supply Management (ISM) dan S&P Global menunjukkan sektor manufaktur AS masih bergulat dengan ketidakpastian akibat kebijakan tarif perdagangan. Mahkamah Agung AS dijadwalkan akan mendengarkan argumen terkait legalitas tarif tersebut pada Rabu mendatang.

Setelah The Fed memangkas suku bunga pekan lalu, arah kebijakan berikutnya masih belum jelas di tengah minimnya indikator ekonomi. Laporan ketenagakerjaan nasional dari ADP yang akan dirilis Rabu ini diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi pasar tenaga kerja AS.

Musim laporan keuangan kuartal III berjalan positif. Dari lebih dari 300 perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan kinerja, sebanyak 83% berhasil melampaui estimasi analis, menurut data LSEG.

Di Bursa Efek New York (NYSE), jumlah saham yang turun melebihi saham yang naik dengan rasio 1,34:1. Tercatat 202 saham mencetak harga tertinggi baru dan 142 saham menyentuh level terendah baru.

Di Nasdaq, 1.799 saham naik dan 2.887 saham turun, dengan rasio penurunan terhadap kenaikan sebesar 1,6:1. S&P 500 mencatat 16 titik tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir dan 32 titik terendah baru, sedangkan Nasdaq Composite mencatat 74 titik tertinggi baru dan 181 titik terendah baru.

Volume transaksi di bursa AS tercatat mencapai 19,62 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata 20 hari terakhir yang berada di 21,11 miliar saham.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...