400 Mal Bakal Gelar Indonesia Great Sale, Tebar Diskon hingga 80%

Andi M. Arief
21 November 2025, 18:44
indonesia great sale, diskon akhir tahun
ANTARA FOTO/Syaiful Arif/nym.
Ilustrasi. Sebanyak 400 mal akan bergabung dalam Indonesia Great Sale.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia atau Hippindo bakal kembali menggelar  Indonesia Great Sale pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2025. Sekitar 400 pusat perbelanjaan di 24 provinsi akan bergabung dengan diskon yang diberikan hingga 80%.

Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah menargetkan nilai transkasi di pusat perbelanjaan selama dua pekan pada akhir tahun ini dapat mencapai Rp 30 triliun. Menurutnya, angka tersebut naik sekitar 15% dibandingkan capaian Indonesia Great Sale 2024. 

"Ini merupakan Indonesia Great Sale keempat yang bertujuan menggerakkan perekonomian nasional dengan menggunakan ajang diskon. Hal ini penting karena peritel merupakan tulang punggung perekonomin Indonesia," kata Budihardjo di Gedung Kementerian Pariwisata, Jumat (21/11).

Budiharjo mengatakan, salah satu strategi pencapaian nilai transkasi pada Indonesia Great Sale 2025 adalah meningkatkan pengeluaran wisman. Karena itu, peritel akan mempromosikan fasilitas pengembalian pajak pertambahan nilai khusus wisman atau VATR. Menurutnya, pemanfaatan insentif tersebut akan menambah diskon bagi wisman yang berbelanja selama Indonesia Great Sale menjadi lebih dari 90%.

"Indonesia Great Sale 2025 akan berlangsung dua pekan dari 18 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026. Semua anggota kami memberikan diskon mulai dari 20% hingga 80%, sementara itu pemanfaatan VATR bisa menambah diskon bagi wisman senilai 11%," katanya. 

Karena itu, Budihardjo berharap pemerintah pusat dapat mengadakan pameran maupun konser berskala internasional pada akhir tahun ini. Budihadrjo menjelaskan langkah tersebut akan meningkatkan kunjungan wisman ke dalam negeri yang akhirnya dapat dikonversi menjadi transaksi.

Budihardjo menyatakan, salah satu pasar wisman yang akan menjadi fokus peritel adalah wisman asal Cina. Badan Pusat Statistik mendata total wisman asal Cina pada Januari-September 2025 mencapai 1,01 juta orang atau 8,91% dari total kunjungan wisman.

"Bagaimana pemerintah bisa menghadirkan pameran maupun konser internasional berkualitas pada akhir tahun ini yang bisa mendatangkan ratusan ribu orang wisman, itu yang kami harapkan," katanya.

Selain itu, Budihardjo mencatat Indonesia Great Sale 2025 akan didukung beberapa pemerintah daerah dalam bentuk lokalisasi ajang tersebut, seperti Bali Great Sale, Surabaya Great Sale, dan Banten Great Sale. Menurutnya, ajang tersebut akan dimanfaatkan oleh wisatawan nasional yang mengurungkan niat berwisata ke Malaysia akibat penguatan Ringgit belum lama ini.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai Indonesia Great Sale 2025 dapat mendorong devisa hasil industri pariwisata menembus target senilai US$ 18,2 miliar menjadi US$ 20 miliar. Dengan demikian, Widiyanti menilai Indonesia Great Sale 2025 dapat mendatangkan devisa di industri pariwisata lebih dari US$ 4,82 miliar sepanjang kuartal terakhir tahun ini.

"Indonesia Great Sale 2025 dapat meningkatkan pengeluaran tambahan wisman. Realisasi pengeluaran wisman sudah US$ 1.297 per wisman pada kuartal ketiga tahun ini, mudah-mudahan pada kuartal terakhir tahun ini bisa naik sampai  US$ 2.000 per wisman," katanya.

Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memproyeksikan pertumbuhan industri ritel pada 2025 akan tertahan di kisaran 6%, terdampak oleh tekanan di sektor garmen dan melemahnya daya beli pada pertengahan tahun.

Ketua Aprindo Solihin memproyeksikan semua sektor ritel akan tumbuh antara 6%–9% secara tahunan sepanjang 2025, kecuali ritel garmen. Menurutnya, pengetatan impor garmen akan membantu performa industri ritel nasional.

Solihin memperkirakan pertumbuhan ritel pada Oktober 2025 kembali melemah karena minimnya transaksi, namun kuartal terakhir diproyeksi meningkat hingga 9%–12%. Ia optimistis transaksi ritel pada November–Desember 2025 akan tumbuh antara 12%–15% seiring musim liburan Natal dan Tahun Baru.

"Kami berharap pertumbuhan ritel pada kuartal terakhir setidaknya 10%. Namun pertumbuhan ritel sepanjang tahun ini sulit mencapai 10% tanpa lonjakan signifikan di akhir tahun," ujar Solihin kepada Katadata.co.id, Jumat (14/11).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...