Wall Street Lesu Tertekan Kripto, Akhiri Tren Kenaikan Lima Hari

Karunia Putri
2 Desember 2025, 06:08
Bursa efek New York atau Wall Street, as.
NYSE
Bursa efek New York atau Wall Street
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bursa saham Amerika Serikat Wall Street ditutup turun pada perdagangan Senin (1/12). Penurunan terjadi seiring koreksi tajam aset kripto yang memicu peningkatan volatilitas.

Indeks S&P 500 turun 0,53% ke level 6.812,63, sementara Nasdaq Composite melemah 0,38% ke posisi 23.275,92. Dow Jones Industrial Average terkoreksi 427,09 poin atau 0,9% dan berakhir di 47.289,33. Ketiga indeks utama Wall Street menghentikan reli lima hari beruntun.

“Saham sedang memasuki fase penurunan. Namun kami melihat kondisi pasar masih kuat, terutama dengan potensi The Federal Reserve kembali memangkas suku bunga pekan depan,” ujar Chief Investment Officer Blanke Schein Wealth Management Robert Schein dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (2/12).

Bitcoin merosot sekitar 6% dan diperdagangkan di bawah US$ 86 ribu. Ini menjadi hari terburuk bagi Bitcoin sejak Maret. Mata uang kripto ini sebelumnya sempat jatuh di bawah US$ 90 ribu pada akhir November untuk pertama kali sejak April.

Koreksi itu turut menyeret saham-saham terkait kripto. Harga saham perusahaan seperti Coinbase dan MicroStrategy melemah pada sesi perdagangan Senin.

Di sektor teknologi, saham Broadcom dan Super Micro Computer masing-masing turun lebih dari 4% dan 1% karena aksi ambil untung pada saham-saham berbasis kecerdasan buatan atau AI.

Saham Synopsys justru melonjak setelah Nvidia mengumumkan investasi di perusahaan ini. Saham Nvidia naik lebih dari 1% pada perdagangan kemarin.

Di luar sektor teknologi, saham-saham ritel seperti Ulta dan Walmart menguat seiring dimulainya musim belanja liburan. ETF sektor ritel State Street SPDR S&P Retail (XRT) bergerak berlawanan arah pasar dan membukukan kenaikan lebih dari 6% dalam lima hari terakhir.

Sebelumnya, Wall Street ditutup dengan performa kuat pekan lalu. Dow Jones dan S&P 500 naik lebih dari 3%, sementara Nasdaq menguat hampir 5%.

Namun sepanjang November, Wall Street bergerak tidak stabil. S&P 500 dan Dow Jones hanya sedikit berada di atas level bulanannya, sedangkan Nasdaq turun 1,5% dan mengakhiri reli tujuh bulan. Bahkan pada satu titik, Nasdaq sempat jatuh hampir 8% dari posisi akhir Oktober akibat kekhawatiran valuasi saham-saham AI.

Secara historis, S&P 500 rata-rata naik lebih dari 1% pada Desember, menjadikannya bulan terbaik ketiga sejak 1950, menurut Stock Trader’s Almanac.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...